Search This Blog
Monday, March 4, 2013
Pukulan KO Paling Telak Sepanjang Sejarah
Oleh: Aditya
Petinju Meksiko, Juan Manuel Marquez, akhirnya meraih kemenangan atas petinju Filipina, Manny Pacquiao setelah tiga pertarungan sebelumnya selalu gagal. Pertandingan ditutup lewat pukulan knock out (KO) alias pukulan yang menjatuhkan dan lawan tak sanggup bangun.
Marquez, yang sudah berusia 39 tahun, berhasil menjatuhkan Pacquiao lewat pukulan kanan ke dagunya di ronde keenam. Pac-Man – julukan Pacquiao – langsung terkapar.
Namun apakah itu pukulan KO terbaik yang pernah terjadi? Belum tentu. Setidaknya masih ada belasan catatan pukulan KO hebat di ring tinju:
1. Manny Pacquiao Vs Ricky Hatton, 2 Mei 2009
Hatton diharapkan dapat memberikan perlawanan berarti bagi Pacquiao. Apalagi dengan modal rekor 45 kali menang dan sekali kalah. Namun kenyataannya, Pac-Man benar-benar jauh lebih unggul. Hatton tak berkutik di ronde pertama setelah tersambar hook dari Pac-Man. Hutton tersungkur, pertandingan pun terhenti.
2. Diego Corrales Vs Jose Luis Castillo, 7 Mei 2005
Sembilan ronde pertama yang luar biasa, tapi pada ronde 10 terjadi hal yang mustahil. Castillo menjatuhkan Corrales dua kali di awal ronde dan Corrales tampak seperti tidak mampu melanjutkan pertandingan. Entah mendapatkan energi dari mana, dia berhasil meluluhlantakkan Castillo dengan pukulan tangan kanan lurus yang membuat Castillo tak mampu melanjutkan pertandingan.
3. George Foreman Vs Michael Moorer, 5 November 1994
Foreman berusia 45 tahun dan mencoba untuk mendapatkan kembali gelar kelas beratnya. Dia menggila ketika melawan Moorer sepanjang sembilan ronde pertama. Foreman melemparkan jab dan pukulan kanan lurus di belakangnya, meremas Moorer, sehingga membuat reporter HBO, Jim Lampley berteriak, "Itu terjadi! Itu terjadi!" Foreman, pada usia 45 tahun, menjadi juara kelas berat tertua pada olahraga tinju.
4. Buster Douglas Vs Mike Tyson, 10 Februari 1990
Tyson difavoritkan untuk mempertahankan gelar kelas beratnya yakni versi IBF / WBA / WBC dengan rekor pertandingan 42-1 . Namun Tyson bermasalah dari awal. Douglas memiliki pukulan yang kuat dan terus-menerus menghujani pukulan ke wajah Si Leher Beton.
Sebenarnya Tyson menjatuhkan Douglas di ronde delapan, serta hampir menyelamatkan gelarnya. Namun Douglas kembali bangkit. Dia memukul Tyson dengan serangkaian uppercut dan kemudian pukulan telak yang menjatuhkan Tyson. Juara dunia itu tak bisa bangun dan menerima kekalahan pertamanya.
5. Mike Tyson Vs Michael Spinks, 27 Juni 1988
Pada pertarungan ini Tyson dalam posisi puncaknya. Pertarungan tersebut merupakan pertarungan dua pria tak terkalahkan dan masing-masing memegang sabuk kelas berat, namun Spinks babak belur sampai Tyson harus menghentikan serangannya. Tyson mengatasi Spinks dengan tangan kanannya sekitar 70 detik. Spinks bangkit, namun Tyson dengan cepat mendaratkan pukulan KO dengan tangan kanannya.
6. Marvelous Marvin Hagler Vs Thomas Hearns, 15 April 1985
Dianggap oleh banyak orang sebagai pertarungan terbaik dalam sejarah tinju, Hagler terlalu kuat untuk Hearns. Terbukti, dalam pertandingan ini ia tampil habis-habisan. Hagler terpojok di ronde ketiga dan dia tahu harus melakukan sesuatu yang dramatis. Hagler mendaratkan hook kanan ke kepala yang membuat Hearns terhuyung-huyung. Hagler berlari melintasi ring setelah berhasil menyarangkan pukulan dengan tangan kanan. Hearns kalah untuk pertama kalinya dan Hagler merayakan kemenangan setelah berjuang keras.
7. Thomas Hearns Vs Roberto Duran, 15 Juni 1984
Hearns menunjukkan kekuasaannya di laga ini. Dia menjatuhkan Duran dua kali dalam ronde pertama dan mengakhiri laga dengan pukulan lurus tepat di ronde kedua yang dikirim ke wajah Duran dan membuatnya jatuh menyentuh lantai.
8. Muhammad Ali Vs George Foreman, 30 October 1974
Pertarungan ini dikenal sebagai "The Rumble in the Jungle," dan diselenggarakan di Kinshasa, Zaire, yang sekarang dikenal sebagai Kongo. Ali saat itu diprediksi karirnya akan habis dan banyak yang khawatir dia akan terluka parah. Namun dalam laga ini Ali mengeluarkan strategi "Rope-a-Dope". Dia bersandar di tali, menutupi muka dan memungkinkan Foreman meninjunya. Setelah Foreman lelah, Ali membuka dan meninju Foreman dalam ronde kedelapan sekaligus memenangi gelar kedua kalinya.
9. George Foreman Vs Joe Frazier, 22 Januari 1973
Frazier memasuki pertarungan sebagai juara, dengan catatan angka 29-0 dan 25 KO. Foreman dengan catatan 37-0 dan 34 kali menang KO. Ini menjadikan pertarungan penuh aksi, namun hanya untuk satu orang. Foreman menjatuhkan Frazier sebanyak enam kali, sekali pukulan membuat Frazier kehilangan keseimbangan, sekaligus keluar menjadi juara.
10. Sugar Ray Robinson Vs Gene Fullmer, 1 Mei 1957
Empat bulan sebelumnya, Robinson kehilangan gelar kelas menengah oleh Fuller di New York. Mereka melakukan pertandingan ulang di Chicago dan Fullmer lagi-lagi melakukan dengan baik ketika Robinson memukulnya dengan hook kiri ke rahangnya yang menempatkan Fullmer keluar ring tinju dengan KO.
11. Rocky Marciano Vs Jersey Joe Walcott, 23 September 1952
Pertarungan ini menandai awal kejayaan Marciano sebagai juara kelas berat. Meskipun tertinggal poin, namun Walcott berhasil memberikan pukulan menyilang tepat di dagu sekaligus menjadikan salah satu icon foto tinju sepanjang masa. Foto itu menunjukkan pukulan yang diarahkan ke wajah Walcott dan membuat membuat mimik wajah yang menarik.
12. Joe Louis Vs Max Schmeling, 22 Juni 1938
Meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dengan Jerman karena kebijakan agresif negeri rezim Hitler, mempengaruhi sebuah pertandingan olah raga. Schmeling mengalahkan Louis pada tahun 1936 dan Amerika sangat ingin melihat Louis membalas dendam. Dia melakukannya dengan cara yang spektakuler. Meninju Schmeling hingga terkapar sebanyak tiga kali dalam ronde pertama dan memaksa wasit Arthur Donovan untuk menghentikannya.
13. Jack Dempsey Vs Luis Angel Firpo, 14 September 1923
Pertarungan tersebut seperti perkelahian liar dan Dempsey mampu menjatuhkan Firpo ke lantai hingga tujuh kali di babak pertama. Namun Dempsey juga sempat tersungkur dua kali. Dalam babak kedua, Dempsey semakin menggila dan berhasil menghentikan Firpo di menit pertama babak untuk mempertahankan gelar kelas beratnya.
14. Jack Johnson Vs Stanley Ketchel, 16 Oktober 1909
Johnson adalah juara kelas berat dan Ketchel juara kelas menengah, tapi KO yang terjadi pada pertandingan tersebut adalah satu di antara pertandingan paling brutal yang pernah ada. Pertama, kekuatan meninju Ketchel, salah satu punchers besar dalam sejarah olah raga, sehingga membuat Johnson tersungkur di ronde 12.
Namun ketika Johnson bangkit, ia meninju keras Ketchel. Dia mendaratkan pukulan dengan tangan kanan yang tidak hanya membuat Ketchel keluar arena, tetapi juga menanggalkan beberapa gigi Ketchel menempel di sarung tangannya.
Oleh Plasadana
Petinju Meksiko, Juan Manuel Marquez, akhirnya meraih kemenangan atas petinju Filipina, Manny Pacquiao setelah tiga pertarungan sebelumnya selalu gagal. Pertandingan ditutup lewat pukulan knock out (KO) alias pukulan yang menjatuhkan dan lawan tak sanggup bangun.
Marquez, yang sudah berusia 39 tahun, berhasil menjatuhkan Pacquiao lewat pukulan kanan ke dagunya di ronde keenam. Pac-Man – julukan Pacquiao – langsung terkapar.
Namun apakah itu pukulan KO terbaik yang pernah terjadi? Belum tentu. Setidaknya masih ada belasan catatan pukulan KO hebat di ring tinju:
1. Manny Pacquiao Vs Ricky Hatton, 2 Mei 2009
Hatton diharapkan dapat memberikan perlawanan berarti bagi Pacquiao. Apalagi dengan modal rekor 45 kali menang dan sekali kalah. Namun kenyataannya, Pac-Man benar-benar jauh lebih unggul. Hatton tak berkutik di ronde pertama setelah tersambar hook dari Pac-Man. Hutton tersungkur, pertandingan pun terhenti.
2. Diego Corrales Vs Jose Luis Castillo, 7 Mei 2005
Sembilan ronde pertama yang luar biasa, tapi pada ronde 10 terjadi hal yang mustahil. Castillo menjatuhkan Corrales dua kali di awal ronde dan Corrales tampak seperti tidak mampu melanjutkan pertandingan. Entah mendapatkan energi dari mana, dia berhasil meluluhlantakkan Castillo dengan pukulan tangan kanan lurus yang membuat Castillo tak mampu melanjutkan pertandingan.
3. George Foreman Vs Michael Moorer, 5 November 1994
Foreman berusia 45 tahun dan mencoba untuk mendapatkan kembali gelar kelas beratnya. Dia menggila ketika melawan Moorer sepanjang sembilan ronde pertama. Foreman melemparkan jab dan pukulan kanan lurus di belakangnya, meremas Moorer, sehingga membuat reporter HBO, Jim Lampley berteriak, "Itu terjadi! Itu terjadi!" Foreman, pada usia 45 tahun, menjadi juara kelas berat tertua pada olahraga tinju.
4. Buster Douglas Vs Mike Tyson, 10 Februari 1990
Tyson difavoritkan untuk mempertahankan gelar kelas beratnya yakni versi IBF / WBA / WBC dengan rekor pertandingan 42-1 . Namun Tyson bermasalah dari awal. Douglas memiliki pukulan yang kuat dan terus-menerus menghujani pukulan ke wajah Si Leher Beton.
Sebenarnya Tyson menjatuhkan Douglas di ronde delapan, serta hampir menyelamatkan gelarnya. Namun Douglas kembali bangkit. Dia memukul Tyson dengan serangkaian uppercut dan kemudian pukulan telak yang menjatuhkan Tyson. Juara dunia itu tak bisa bangun dan menerima kekalahan pertamanya.
5. Mike Tyson Vs Michael Spinks, 27 Juni 1988
Pada pertarungan ini Tyson dalam posisi puncaknya. Pertarungan tersebut merupakan pertarungan dua pria tak terkalahkan dan masing-masing memegang sabuk kelas berat, namun Spinks babak belur sampai Tyson harus menghentikan serangannya. Tyson mengatasi Spinks dengan tangan kanannya sekitar 70 detik. Spinks bangkit, namun Tyson dengan cepat mendaratkan pukulan KO dengan tangan kanannya.
6. Marvelous Marvin Hagler Vs Thomas Hearns, 15 April 1985
Dianggap oleh banyak orang sebagai pertarungan terbaik dalam sejarah tinju, Hagler terlalu kuat untuk Hearns. Terbukti, dalam pertandingan ini ia tampil habis-habisan. Hagler terpojok di ronde ketiga dan dia tahu harus melakukan sesuatu yang dramatis. Hagler mendaratkan hook kanan ke kepala yang membuat Hearns terhuyung-huyung. Hagler berlari melintasi ring setelah berhasil menyarangkan pukulan dengan tangan kanan. Hearns kalah untuk pertama kalinya dan Hagler merayakan kemenangan setelah berjuang keras.
7. Thomas Hearns Vs Roberto Duran, 15 Juni 1984
Hearns menunjukkan kekuasaannya di laga ini. Dia menjatuhkan Duran dua kali dalam ronde pertama dan mengakhiri laga dengan pukulan lurus tepat di ronde kedua yang dikirim ke wajah Duran dan membuatnya jatuh menyentuh lantai.
8. Muhammad Ali Vs George Foreman, 30 October 1974
Pertarungan ini dikenal sebagai "The Rumble in the Jungle," dan diselenggarakan di Kinshasa, Zaire, yang sekarang dikenal sebagai Kongo. Ali saat itu diprediksi karirnya akan habis dan banyak yang khawatir dia akan terluka parah. Namun dalam laga ini Ali mengeluarkan strategi "Rope-a-Dope". Dia bersandar di tali, menutupi muka dan memungkinkan Foreman meninjunya. Setelah Foreman lelah, Ali membuka dan meninju Foreman dalam ronde kedelapan sekaligus memenangi gelar kedua kalinya.
9. George Foreman Vs Joe Frazier, 22 Januari 1973
Frazier memasuki pertarungan sebagai juara, dengan catatan angka 29-0 dan 25 KO. Foreman dengan catatan 37-0 dan 34 kali menang KO. Ini menjadikan pertarungan penuh aksi, namun hanya untuk satu orang. Foreman menjatuhkan Frazier sebanyak enam kali, sekali pukulan membuat Frazier kehilangan keseimbangan, sekaligus keluar menjadi juara.
10. Sugar Ray Robinson Vs Gene Fullmer, 1 Mei 1957
Empat bulan sebelumnya, Robinson kehilangan gelar kelas menengah oleh Fuller di New York. Mereka melakukan pertandingan ulang di Chicago dan Fullmer lagi-lagi melakukan dengan baik ketika Robinson memukulnya dengan hook kiri ke rahangnya yang menempatkan Fullmer keluar ring tinju dengan KO.
11. Rocky Marciano Vs Jersey Joe Walcott, 23 September 1952
Pertarungan ini menandai awal kejayaan Marciano sebagai juara kelas berat. Meskipun tertinggal poin, namun Walcott berhasil memberikan pukulan menyilang tepat di dagu sekaligus menjadikan salah satu icon foto tinju sepanjang masa. Foto itu menunjukkan pukulan yang diarahkan ke wajah Walcott dan membuat membuat mimik wajah yang menarik.
12. Joe Louis Vs Max Schmeling, 22 Juni 1938
Meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dengan Jerman karena kebijakan agresif negeri rezim Hitler, mempengaruhi sebuah pertandingan olah raga. Schmeling mengalahkan Louis pada tahun 1936 dan Amerika sangat ingin melihat Louis membalas dendam. Dia melakukannya dengan cara yang spektakuler. Meninju Schmeling hingga terkapar sebanyak tiga kali dalam ronde pertama dan memaksa wasit Arthur Donovan untuk menghentikannya.
13. Jack Dempsey Vs Luis Angel Firpo, 14 September 1923
Pertarungan tersebut seperti perkelahian liar dan Dempsey mampu menjatuhkan Firpo ke lantai hingga tujuh kali di babak pertama. Namun Dempsey juga sempat tersungkur dua kali. Dalam babak kedua, Dempsey semakin menggila dan berhasil menghentikan Firpo di menit pertama babak untuk mempertahankan gelar kelas beratnya.
14. Jack Johnson Vs Stanley Ketchel, 16 Oktober 1909
Johnson adalah juara kelas berat dan Ketchel juara kelas menengah, tapi KO yang terjadi pada pertandingan tersebut adalah satu di antara pertandingan paling brutal yang pernah ada. Pertama, kekuatan meninju Ketchel, salah satu punchers besar dalam sejarah olah raga, sehingga membuat Johnson tersungkur di ronde 12.
Namun ketika Johnson bangkit, ia meninju keras Ketchel. Dia mendaratkan pukulan dengan tangan kanan yang tidak hanya membuat Ketchel keluar arena, tetapi juga menanggalkan beberapa gigi Ketchel menempel di sarung tangannya.
Oleh Plasadana
Hebat Siapa, Messi atau Ronaldo?
Oleh: Budi Suryadinata
Membandingkan antara Cristiano Ronaldo dengan Lionel Messi untuk penghargaan paling bergengsi bagi pemain di kawasan Eropa: Ballon d'Or tentu tidak mudah. Penghargaan bola emas ini diberikan kepada pemain yang benar-benar terbaik di Liga Eropa.
Ronaldo pernah membawa pulang penghargaan tersebut pada 2008. Setelah itu, tiga tahun berturut-turut hingga 2011, penghargaan itu direbut Messi.
Lalu siapa yang akan mendapat anugerah bola emas pada tahun ini?
Bahkan Sepp Blatter, Presiden FIFA (Federasi Sepak Bola Internasional) pun bingung. Usai memberikan kuliah di Jenewa, Swiss, beberapa waktu lalu, pria berusia 76 tahun ini menyampaikan kesannya.
"Kita menghadapi dua pemain dengan permainan yang berbeda dan mungkin kepribadian yang bertolak belakang. Situasi ini menarik buat dunia sepak bola, karena bagi saya, sangat luar biasa," ujarnya.
Spekulasi terus merebak siapa yang berhak mendapatkan Ballon d'Or. Bleacherreport, situs informasi yang biasa mengungkap statistik sepak bola, sepertinya mengarah kepada Lionel Messi dengan menunjuk kepada jumlah gol pada musim kompetisi 2011-2012. Pada periode itu Messi berhasil mencetak 73 gol, sementara Ronaldo melesakkan 60 gol.
Pengamat Gabriele Marcotti yang menulis untuk ESPN pun merasa kesulitan, mengingat penilaian tidak semestinya sekadar angka statistik kedua pemain hebat itu. Terutama hanya jumlah gol yang tidak bisa dikatakan sama, antara satu gol dengan gol lainnya.
Masih ada nilai lain dalam penampilan pemain yang juga harus diperhatikan untuk menentukan siapa yang terbaik di antara keduanya. Dia mengungkap sejumlah data statistik 1 Januari-10 Oktober 2012 tentang kedua pemain dengan beragam model penilaian.
Mari lihat jumlah pertandingan di klub. Messi sudah menuntaskan 45 pertandingan dengan mencetak 56 gol. Sedangkan Ronaldo mengoleksi 48 gol untuk 43 pertandingan.
Namun tentu saja tidak semua gol bisa dikatakan berimbang. Ada yang diciptakan dengan sulit, ada pula yang kebetulan mudah. Boleh jadi, kata Marcotti, dari sebuah hat-trick dalam satu pertandingan, yang paling bernilai adalah gol pertama. Karena itulah, sebagai sebuah nilai untuk penampilan pemain, hanya satu gol yang dihitung.
Jika model seperti ini jadi ukuran, maka posisi Ronaldo mengungguli Messi, dengan skor 27:23. Bahkan khusus untuk La Liga, posisinya 20:17. Perbandingan ini memperlihatkan bahwa Ronaldo lebih banyak hat-trick dibandingkan Messi.
"Tentu model ini bisa saja diperdebatkan," ujar Marcotti.
Dengan kategori lain untuk melihat nilai seorang pemain bagi timnya, bisa juga digunakan ukuran saat kedua pemain membela klubnya melawan 10 klub terbaik di La Liga. Dengan model ini, tetap mengukur lewat jumlah gol, posisi Ronaldo lebih baik dibandingkan Messi, yaitu 18:12.
Bagaimana dengan penampilan saat melawan tim kuat dari liga negara lain, seperti Jerman, Inggris dan Italia pada Liga Champion?
Pada ukuran ini, Messi yang mengungguli Ronaldo dengan 8 gol dari empat pertandingan. Sementara Ronaldo hanya mencetak 3 gol dari tiga pertandingan.
Bagi kedua klub tempat bernaung dua pemain itu, Barcelona dan Real Madrid, boleh jadi pertandingan terberatnya adalah El Clasico. Ternyata dari 6 kali pertandingan sepanjang 2012 itu, Messi mengoleksi 7 gol dan Ronaldo hanya 4 gol.
Sedangkan pada pertandingan internasional saat membela negara masing-masing, Messi juga tetap mengungguli Ronaldo. Dari 6 pertandingan, koleksinya 9 gol. Ronaldo mencatat 5 gol untuk 11 pertandingan.
Keunggulan Messi belum berhenti. Dengan mengukur umpan matang kepada rekan di lapangan, Messi sudah mencatat 10 kali, sementara Ronaldo hanya 6 kali.
Tampaknya, inilah dua kepribadian bertolak belakang yang dimiliki dua pemain hebat itu. Messi rendah hati dan lebih mau berbagi, sementara Ronaldo cenderung egois di lapangan.
Namun tetap saja, dua pemain ini sama-sama hebat, walaupun banyak analisis dan statistik yang mengarahkan bahwa Messi lebih layak dapat FIFA Ballon d'Or.
Oleh Plasadana
Membandingkan antara Cristiano Ronaldo dengan Lionel Messi untuk penghargaan paling bergengsi bagi pemain di kawasan Eropa: Ballon d'Or tentu tidak mudah. Penghargaan bola emas ini diberikan kepada pemain yang benar-benar terbaik di Liga Eropa.
Ronaldo pernah membawa pulang penghargaan tersebut pada 2008. Setelah itu, tiga tahun berturut-turut hingga 2011, penghargaan itu direbut Messi.
Lalu siapa yang akan mendapat anugerah bola emas pada tahun ini?
Bahkan Sepp Blatter, Presiden FIFA (Federasi Sepak Bola Internasional) pun bingung. Usai memberikan kuliah di Jenewa, Swiss, beberapa waktu lalu, pria berusia 76 tahun ini menyampaikan kesannya.
"Kita menghadapi dua pemain dengan permainan yang berbeda dan mungkin kepribadian yang bertolak belakang. Situasi ini menarik buat dunia sepak bola, karena bagi saya, sangat luar biasa," ujarnya.
Spekulasi terus merebak siapa yang berhak mendapatkan Ballon d'Or. Bleacherreport, situs informasi yang biasa mengungkap statistik sepak bola, sepertinya mengarah kepada Lionel Messi dengan menunjuk kepada jumlah gol pada musim kompetisi 2011-2012. Pada periode itu Messi berhasil mencetak 73 gol, sementara Ronaldo melesakkan 60 gol.
Pengamat Gabriele Marcotti yang menulis untuk ESPN pun merasa kesulitan, mengingat penilaian tidak semestinya sekadar angka statistik kedua pemain hebat itu. Terutama hanya jumlah gol yang tidak bisa dikatakan sama, antara satu gol dengan gol lainnya.
Masih ada nilai lain dalam penampilan pemain yang juga harus diperhatikan untuk menentukan siapa yang terbaik di antara keduanya. Dia mengungkap sejumlah data statistik 1 Januari-10 Oktober 2012 tentang kedua pemain dengan beragam model penilaian.
Mari lihat jumlah pertandingan di klub. Messi sudah menuntaskan 45 pertandingan dengan mencetak 56 gol. Sedangkan Ronaldo mengoleksi 48 gol untuk 43 pertandingan.
Namun tentu saja tidak semua gol bisa dikatakan berimbang. Ada yang diciptakan dengan sulit, ada pula yang kebetulan mudah. Boleh jadi, kata Marcotti, dari sebuah hat-trick dalam satu pertandingan, yang paling bernilai adalah gol pertama. Karena itulah, sebagai sebuah nilai untuk penampilan pemain, hanya satu gol yang dihitung.
Jika model seperti ini jadi ukuran, maka posisi Ronaldo mengungguli Messi, dengan skor 27:23. Bahkan khusus untuk La Liga, posisinya 20:17. Perbandingan ini memperlihatkan bahwa Ronaldo lebih banyak hat-trick dibandingkan Messi.
"Tentu model ini bisa saja diperdebatkan," ujar Marcotti.
Dengan kategori lain untuk melihat nilai seorang pemain bagi timnya, bisa juga digunakan ukuran saat kedua pemain membela klubnya melawan 10 klub terbaik di La Liga. Dengan model ini, tetap mengukur lewat jumlah gol, posisi Ronaldo lebih baik dibandingkan Messi, yaitu 18:12.
Bagaimana dengan penampilan saat melawan tim kuat dari liga negara lain, seperti Jerman, Inggris dan Italia pada Liga Champion?
Pada ukuran ini, Messi yang mengungguli Ronaldo dengan 8 gol dari empat pertandingan. Sementara Ronaldo hanya mencetak 3 gol dari tiga pertandingan.
Bagi kedua klub tempat bernaung dua pemain itu, Barcelona dan Real Madrid, boleh jadi pertandingan terberatnya adalah El Clasico. Ternyata dari 6 kali pertandingan sepanjang 2012 itu, Messi mengoleksi 7 gol dan Ronaldo hanya 4 gol.
Sedangkan pada pertandingan internasional saat membela negara masing-masing, Messi juga tetap mengungguli Ronaldo. Dari 6 pertandingan, koleksinya 9 gol. Ronaldo mencatat 5 gol untuk 11 pertandingan.
Keunggulan Messi belum berhenti. Dengan mengukur umpan matang kepada rekan di lapangan, Messi sudah mencatat 10 kali, sementara Ronaldo hanya 6 kali.
Tampaknya, inilah dua kepribadian bertolak belakang yang dimiliki dua pemain hebat itu. Messi rendah hati dan lebih mau berbagi, sementara Ronaldo cenderung egois di lapangan.
Namun tetap saja, dua pemain ini sama-sama hebat, walaupun banyak analisis dan statistik yang mengarahkan bahwa Messi lebih layak dapat FIFA Ballon d'Or.
Oleh Plasadana
Kunci Pemulihan Fisik Atlet: Istirahat dan Makanan
Ditulis oleh: Kusuma
Atlet akan merasa lelah usai bertanding. Apalagi jika pertandingan yang diikuti berjalan ketat, rasa lelah dan tegang semakin bertambah.
Karena itu sangat penting bagi atlet untuk segera memulihkan kondisinya seperti semula agar tetap bugar. Apalagi bagi pemain sepak bola profesional, jadwal pertandingan yang padat membuat mereka harus siap setiap saat. Banyak cara yang mereka lakukan untuk pemulihan tersebut.
Pemain belakang Mitra Kukar, Seftia Hadi mengatakan, jika dirinya merasa kelelahan, istirahat yang cukup adalah obat paling mujarab. Tak ada makanan istimewa atau porsi latihan khusus untuk mengembalikan tenaga.
“Cukup istirahat saja. Soal waktu istirahat, tergantung dari latihan yang akan kita jalani. Satu hari juga sudah cukup untuk memulihkan kondisi,” jelas Seftia, pemain yang membantu timnas U-23 meraih medali perak di SEA Games 2011 itu.
Menurut mantan fisioterapis Tim Nasional Indonesia, Matias Ibo, faktor makanan juga harus diperhatikan oleh para pemain untuk memulihkan kondisi fisik mereka. Beberapa makanan, khususnya buah, bisa menjadi salah satu cara untuk mengembalikan kondisi menjadi bugar.
“Kuncinya, sarapan pagi yang sehat, makan buah dan minum air putih yang banyak agar makanan sebelumnya bisa terbakar kalorinya,” ungkapnya. Ia melanjutkan, “kalau merasa lapar dan banyak kegiatan makan buah apel atau pisang.”
Memakan buah pisang setelah bertanding bisa menjadi salah satu cara mengembalikan stamina yang hilang. Karena pisang mengandung potasium yang mampu meningkatkan stamina secara maksimal.
Selain istirahat dan makanan, porsi latihan juga bisa menjadi alternatif. Setiap habis pertandingan berat, pelatih kerap menerapkan porsi latihan ringan bagi para pemainnya. Pemanasan, berlari kecil, serta berlatih di gim biasanya dilakukan dalam rangka memulihkan kondisi para pemain.
Oleh Plasadana
Atlet akan merasa lelah usai bertanding. Apalagi jika pertandingan yang diikuti berjalan ketat, rasa lelah dan tegang semakin bertambah.
Karena itu sangat penting bagi atlet untuk segera memulihkan kondisinya seperti semula agar tetap bugar. Apalagi bagi pemain sepak bola profesional, jadwal pertandingan yang padat membuat mereka harus siap setiap saat. Banyak cara yang mereka lakukan untuk pemulihan tersebut.
Pemain belakang Mitra Kukar, Seftia Hadi mengatakan, jika dirinya merasa kelelahan, istirahat yang cukup adalah obat paling mujarab. Tak ada makanan istimewa atau porsi latihan khusus untuk mengembalikan tenaga.
“Cukup istirahat saja. Soal waktu istirahat, tergantung dari latihan yang akan kita jalani. Satu hari juga sudah cukup untuk memulihkan kondisi,” jelas Seftia, pemain yang membantu timnas U-23 meraih medali perak di SEA Games 2011 itu.
Menurut mantan fisioterapis Tim Nasional Indonesia, Matias Ibo, faktor makanan juga harus diperhatikan oleh para pemain untuk memulihkan kondisi fisik mereka. Beberapa makanan, khususnya buah, bisa menjadi salah satu cara untuk mengembalikan kondisi menjadi bugar.
“Kuncinya, sarapan pagi yang sehat, makan buah dan minum air putih yang banyak agar makanan sebelumnya bisa terbakar kalorinya,” ungkapnya. Ia melanjutkan, “kalau merasa lapar dan banyak kegiatan makan buah apel atau pisang.”
Memakan buah pisang setelah bertanding bisa menjadi salah satu cara mengembalikan stamina yang hilang. Karena pisang mengandung potasium yang mampu meningkatkan stamina secara maksimal.
Selain istirahat dan makanan, porsi latihan juga bisa menjadi alternatif. Setiap habis pertandingan berat, pelatih kerap menerapkan porsi latihan ringan bagi para pemainnya. Pemanasan, berlari kecil, serta berlatih di gim biasanya dilakukan dalam rangka memulihkan kondisi para pemain.
Oleh Plasadana
Futsal Menyebabkan Serangan Jantung Mendadak?
Ditulis oleh: Kusuma
Oleh: Marmi Panti Hidayah
Setyo Cipto, mantan asisten pelatih Sriwijaya FC, meninggal dunia akibat serangan jantung mendadak saat bermain futsal di awal Desemmber 2012 lalu. Kasus ini bukan kali pertama terjadi. Lima tahun silam, pelawak Basuki juga meninggal dunia usai berolahraga futsal.
Lalu apakah itu berarti futsal berisiko menyebabkan serangan jantung mendadak?
“Olahraga futsal bukan merupakan faktor risiko timbulnya serangan jantung mendadak,” kata dokter spesialis kedokteran olahraga dari Universitas Andalas, dr Afriwardi, SpKO.
Akan tetapi aktivitas fisik yang mendadak dan berat, apapun bentuk aktivitas fisiknya termasuk futsal, memang dapat memicu timbulnya serangan jantung mendadak. “Terutama bagi orang-orang yang memang memiliki faktor risiko seperti hipertensi, hiperlipidemia, jantung koroner dan orang tak terlatih,” imbuh doktor ilmu biomedik ini.
Menurut dr Afriwardi, pada umumnya serangan jantung mendadak setelah berolahraga terjadi karena orang melakukannya secara tidak proporsional. Olahraga dilakukan dengan dosis atau porsi yang berlebihan, sehingga kebutuhan oksigenasi jaringan terutama otot jantung menjadi tidak kuat.
“Keadaan ini memicu timbulnya gangguan jantung, sehingga dapat menyebabkan kematian,” jelasnya.
Dr Afriwardi menyarankan agar aman berolahraga setiap orang perlu memperhatikan kaidah berolahraga. Lakukan futsal secara baik, benar, teratur dan terukur. Selain itu, setiap pemain futsal hendaknya memegang prinsip utama yang harus dilakukan, yaitu selalu memulainya dengan fase pemanasan dan diakhiri pendinginan.
“Hal lain yang perlu diperhatikan adalah lamanya permainan. Sering terjadi karena keasyikan, orang bisa bermain futsal sampai lebih dua jam,” tutur dr Afriwardi.
Mengenai berapa lama waktu yang direkomendasikan untuk bermain futsal secara aman, ia mengatakan bahwa semua itu sangat tergantung kepada adaptasi pemain. Artinya, pemain terlatih dapat bermain lebih lama.
“Berbeda dengan masyarakat umum yang tidak terlatih, maksimal tidak lebih dari 1 jam. Itupun harus dilakukan dengan intensitas rendah dulu. Nah, kalau sudah rutin dilakukan, intensitasnya boleh ditingkatkan,” jelasnya.
Bermain futsal adalah olahraga paling gampang dan menyenangkan pada saat ini. Futsal tidak membutuhkan banyak pemain. Permainannya juga bisa dilakukan di dalam gedung yang teduh atau tidak terpanggang sinar matahari. Lapangan futsal juga mudah ditemui di dekat perkantoran atau dekat dengan pemukiman, sehingga menjadi salah satu bagian dari rekreasi. Biaya untuk bermain futsal juga relatif terjangkau. Biasanya orang yang futsal sama-sama mengumpulkan uangnya saat bermain.
Tak heran bila penggemar futsal datang dari berbagai kalangan ekonomi dan usia.
Menurut dr Afriwardi, dilihat dari sisi usia tidak ada batasan orang boleh bermain futsal atau tidak. “Namun sebaiknya, olahraga futsal dibatasi setelah usia 45 tahun, mengingat proses degeneratif (penuaan) yang terjadi,” kata dokter yang mengambil spesialisasi kedokteran olahraganya di Universitas Indonesia itu.
Perlu diketahui beban anaerobik olahraga futsal lebih berat dibanding sepak bola konvensional. Olahraga futsal yang dimainkan di lapangan lebih sempit justru dimainkan dengan tempo yang relatif lebih cepat dibanding sepak bola konvensional di lapangan lebih luas.
Menurut dr Afriwardi, semua orang yang memiliki risiko gangguan kardiovaskuler perlu menghindari aktivitas fisik dengan porsi besar, seperti futsal, bulu tangkis dan olah raga lain. Apalagi jika olah raga tersebut dominasi penggunaan energi anaerobik.
“Jadi bagi orang dengan penyakit jantung koroner dan hipertensi yang tidak terkontrol, disarankan tidak bermain futsal,” tandasnya.
Oleh Plasadana
Oleh: Marmi Panti Hidayah
Setyo Cipto, mantan asisten pelatih Sriwijaya FC, meninggal dunia akibat serangan jantung mendadak saat bermain futsal di awal Desemmber 2012 lalu. Kasus ini bukan kali pertama terjadi. Lima tahun silam, pelawak Basuki juga meninggal dunia usai berolahraga futsal.
Lalu apakah itu berarti futsal berisiko menyebabkan serangan jantung mendadak?
“Olahraga futsal bukan merupakan faktor risiko timbulnya serangan jantung mendadak,” kata dokter spesialis kedokteran olahraga dari Universitas Andalas, dr Afriwardi, SpKO.
Akan tetapi aktivitas fisik yang mendadak dan berat, apapun bentuk aktivitas fisiknya termasuk futsal, memang dapat memicu timbulnya serangan jantung mendadak. “Terutama bagi orang-orang yang memang memiliki faktor risiko seperti hipertensi, hiperlipidemia, jantung koroner dan orang tak terlatih,” imbuh doktor ilmu biomedik ini.
Menurut dr Afriwardi, pada umumnya serangan jantung mendadak setelah berolahraga terjadi karena orang melakukannya secara tidak proporsional. Olahraga dilakukan dengan dosis atau porsi yang berlebihan, sehingga kebutuhan oksigenasi jaringan terutama otot jantung menjadi tidak kuat.
“Keadaan ini memicu timbulnya gangguan jantung, sehingga dapat menyebabkan kematian,” jelasnya.
Dr Afriwardi menyarankan agar aman berolahraga setiap orang perlu memperhatikan kaidah berolahraga. Lakukan futsal secara baik, benar, teratur dan terukur. Selain itu, setiap pemain futsal hendaknya memegang prinsip utama yang harus dilakukan, yaitu selalu memulainya dengan fase pemanasan dan diakhiri pendinginan.
“Hal lain yang perlu diperhatikan adalah lamanya permainan. Sering terjadi karena keasyikan, orang bisa bermain futsal sampai lebih dua jam,” tutur dr Afriwardi.
Mengenai berapa lama waktu yang direkomendasikan untuk bermain futsal secara aman, ia mengatakan bahwa semua itu sangat tergantung kepada adaptasi pemain. Artinya, pemain terlatih dapat bermain lebih lama.
“Berbeda dengan masyarakat umum yang tidak terlatih, maksimal tidak lebih dari 1 jam. Itupun harus dilakukan dengan intensitas rendah dulu. Nah, kalau sudah rutin dilakukan, intensitasnya boleh ditingkatkan,” jelasnya.
Bermain futsal adalah olahraga paling gampang dan menyenangkan pada saat ini. Futsal tidak membutuhkan banyak pemain. Permainannya juga bisa dilakukan di dalam gedung yang teduh atau tidak terpanggang sinar matahari. Lapangan futsal juga mudah ditemui di dekat perkantoran atau dekat dengan pemukiman, sehingga menjadi salah satu bagian dari rekreasi. Biaya untuk bermain futsal juga relatif terjangkau. Biasanya orang yang futsal sama-sama mengumpulkan uangnya saat bermain.
Tak heran bila penggemar futsal datang dari berbagai kalangan ekonomi dan usia.
Menurut dr Afriwardi, dilihat dari sisi usia tidak ada batasan orang boleh bermain futsal atau tidak. “Namun sebaiknya, olahraga futsal dibatasi setelah usia 45 tahun, mengingat proses degeneratif (penuaan) yang terjadi,” kata dokter yang mengambil spesialisasi kedokteran olahraganya di Universitas Indonesia itu.
Perlu diketahui beban anaerobik olahraga futsal lebih berat dibanding sepak bola konvensional. Olahraga futsal yang dimainkan di lapangan lebih sempit justru dimainkan dengan tempo yang relatif lebih cepat dibanding sepak bola konvensional di lapangan lebih luas.
Menurut dr Afriwardi, semua orang yang memiliki risiko gangguan kardiovaskuler perlu menghindari aktivitas fisik dengan porsi besar, seperti futsal, bulu tangkis dan olah raga lain. Apalagi jika olah raga tersebut dominasi penggunaan energi anaerobik.
“Jadi bagi orang dengan penyakit jantung koroner dan hipertensi yang tidak terkontrol, disarankan tidak bermain futsal,” tandasnya.
Oleh Plasadana
Seks Sebelum Bertanding, Antara Manfaat dan Mitos
Oleh: Aditya
Panitia Olimpiade London 2012 lalu menyediakan 150 ribu kondom sepanjang kejuaraan sebagai antisipasi kegiatan seks para atlet, ofisial dan penonton.
Memang tak mudah memisahkan seks dengan atlet sebelum melakukan pertandingan. Bahkan dalam istilah Juan Carlos Medina, Koordinator Departemen Olahraga Mexico University, seks membuat para atlet lebih santai. "Secara mental dan fisik memberikan kenyamanan," ujarnya, saat penyelenggaraan Olimpiade 2012 berlangsung.
Bahkan Pele, legenda sepak bola Brasil, kata Medina, tak pernah absen dengan seks sebelum pertandingan. "Dia harus bertemu dengan istrinya. Seks membantunya lebih rileks," tuturnya.
Benarkah demikian?
Bagi Hario Tolarso, dokter olahraga, sebenarnya melakukan seks bagi para atlet sebelum pertandingan, itu hanya faktor kebiasaan dan kultur semata. “Karena itu, baik atau tidaknya tergantung individunya, karena cuma karena faktor kebiasaan. Seperti tim nasional Jerman, boleh membawa istri atau pacarnya saat bertanding. Sedangkan tim nasional Belanda tidak boleh,” kata Hario.
Terkait dengan kegiatan seks yang mampu menghilangkan stres sebelum pertandingan, Hario berpandangan, sebenarnya tidak berpengaruh besar. Semuanya tergantung pada individu. Jadi tidak berlaku umum.
“Bahkan tidak ada efeknya jika melakukan seks sebelum bertanding. Pengaruh psikologi juga tidak ada sama sekali. Itu semua tergantung dari individu masing-masing, jika memang biasa melakukannya mereka melakukannya,” imbuhnya.
Hario juga menjelaskan bahwa di Indonesia sering salah kaprah lantaran melihat kehidupan para atlet di luar negeri yang terkesan bebas. Di sini jika pemain ingin berhubungan seks sebelum bertanding, kemudian pulang ke markas, mungkin tidak jadi masalah.
“Namun biasanya mereka melanjutkan kembali ke klub (malam-red) lalu mabuk-mabukan. Setelah itu mainnya tidak benar. Itu yang jadi masalah,” cetusnya.
Dokter olahraga ini sering menemukan beberapa atlet terkena penyakit kelamin dan harus menyuntikkan obat penawarnya. Hario kembali menjelaskan bahwa berhubungan seks sebelum bertanding juga tidak berpengaruh terhadap kesehatan fisik. Khususnya pengaruh terhadap pembakaran kalori.
“Memang ada juga, jika setelah berhubungan seks para pemain mungkin merasa lega dan nyaman. Tapi sebenarnya untuk kesehatan, tidak terlalu berpengaruh, kalori yang dibakar juga sedikit,” urainya.
Di sini dibutuhkan peran pelatih untuk memberi informasi yang benar kepada atletnya mengenai melakukan hubungan seks sebelum bertanding.
Pemain klub Persema Malang dan mantan gelandang timnas Indonesia, Bima Sakti, punya pandangan serupa. Dia mengakui bahwa berhubungan seks sebelum bertanding adalah hal yang lumrah dan merupakan sugesti dari individu masing-masing. “Sah-sah saja kalau mau ‘main’ dulu. Tapi ini, konteksnya seks yang halal dan tetap sesuai dengan tanggung jawab,” katanya.
Bagaimana dengan dirinya sendiri? Bima mengaku bahwa saat ini di klubnya, sebelum bertanding malah dikarantina. Jadi tidak ada kesempatan berhubungan seks.
“Saya pribadi lebih baik berkonsentrasi sebelum bertanding daripada berhubungan seks. Jika ada pemain yang menginginkan berhubungan seks terlebih dahulu sah-sah saja, namun jangan sampai menjadi boomerang buat penampilannya di lapangan,” kata mantan kapten timnas merah putih itu.
Panitia Olimpiade London 2012 lalu menyediakan 150 ribu kondom sepanjang kejuaraan sebagai antisipasi kegiatan seks para atlet, ofisial dan penonton.
Memang tak mudah memisahkan seks dengan atlet sebelum melakukan pertandingan. Bahkan dalam istilah Juan Carlos Medina, Koordinator Departemen Olahraga Mexico University, seks membuat para atlet lebih santai. "Secara mental dan fisik memberikan kenyamanan," ujarnya, saat penyelenggaraan Olimpiade 2012 berlangsung.
Bahkan Pele, legenda sepak bola Brasil, kata Medina, tak pernah absen dengan seks sebelum pertandingan. "Dia harus bertemu dengan istrinya. Seks membantunya lebih rileks," tuturnya.
Benarkah demikian?
Bagi Hario Tolarso, dokter olahraga, sebenarnya melakukan seks bagi para atlet sebelum pertandingan, itu hanya faktor kebiasaan dan kultur semata. “Karena itu, baik atau tidaknya tergantung individunya, karena cuma karena faktor kebiasaan. Seperti tim nasional Jerman, boleh membawa istri atau pacarnya saat bertanding. Sedangkan tim nasional Belanda tidak boleh,” kata Hario.
Terkait dengan kegiatan seks yang mampu menghilangkan stres sebelum pertandingan, Hario berpandangan, sebenarnya tidak berpengaruh besar. Semuanya tergantung pada individu. Jadi tidak berlaku umum.
“Bahkan tidak ada efeknya jika melakukan seks sebelum bertanding. Pengaruh psikologi juga tidak ada sama sekali. Itu semua tergantung dari individu masing-masing, jika memang biasa melakukannya mereka melakukannya,” imbuhnya.
Hario juga menjelaskan bahwa di Indonesia sering salah kaprah lantaran melihat kehidupan para atlet di luar negeri yang terkesan bebas. Di sini jika pemain ingin berhubungan seks sebelum bertanding, kemudian pulang ke markas, mungkin tidak jadi masalah.
“Namun biasanya mereka melanjutkan kembali ke klub (malam-red) lalu mabuk-mabukan. Setelah itu mainnya tidak benar. Itu yang jadi masalah,” cetusnya.
Dokter olahraga ini sering menemukan beberapa atlet terkena penyakit kelamin dan harus menyuntikkan obat penawarnya. Hario kembali menjelaskan bahwa berhubungan seks sebelum bertanding juga tidak berpengaruh terhadap kesehatan fisik. Khususnya pengaruh terhadap pembakaran kalori.
“Memang ada juga, jika setelah berhubungan seks para pemain mungkin merasa lega dan nyaman. Tapi sebenarnya untuk kesehatan, tidak terlalu berpengaruh, kalori yang dibakar juga sedikit,” urainya.
Di sini dibutuhkan peran pelatih untuk memberi informasi yang benar kepada atletnya mengenai melakukan hubungan seks sebelum bertanding.
Pemain klub Persema Malang dan mantan gelandang timnas Indonesia, Bima Sakti, punya pandangan serupa. Dia mengakui bahwa berhubungan seks sebelum bertanding adalah hal yang lumrah dan merupakan sugesti dari individu masing-masing. “Sah-sah saja kalau mau ‘main’ dulu. Tapi ini, konteksnya seks yang halal dan tetap sesuai dengan tanggung jawab,” katanya.
Bagaimana dengan dirinya sendiri? Bima mengaku bahwa saat ini di klubnya, sebelum bertanding malah dikarantina. Jadi tidak ada kesempatan berhubungan seks.
“Saya pribadi lebih baik berkonsentrasi sebelum bertanding daripada berhubungan seks. Jika ada pemain yang menginginkan berhubungan seks terlebih dahulu sah-sah saja, namun jangan sampai menjadi boomerang buat penampilannya di lapangan,” kata mantan kapten timnas merah putih itu.
Benarkah Barcelona Sudah Bosan Juara?

Ditulis oleh: Sirajudin Hasbi
Barcelona kalah 0-2 dari AC Milan di San Siro sehingga langkah mereka ke perempat final Liga Champions musim ini pun sulit. Peluang meraih Copa Del Rey juga pupus setelah kalah 1-3 (2-4 dalam agregat 2 leg) dari Real Madrid di Nou Camp.
Benarkah Barcelona sudah bosan juara?
Itu kesimpulan yang terlalu dini, Barcelona masih terlihat bersemangat meraih semua trofi yang tersedia musim ini. Adalah wajar bila sebuah klub mengalami penurunan penampilan di tengah musim kompetisi yang panjang nan melelahkan.
Melihat statistik, Barca masih superior. Sejak diasuh Tito Vilanova, pada tahun 2012 saja Barcelona mencatat 24 kemenangan, 2 imbang, dan 2 kalah. Persentase kemenangan 86 persen. Sejauh ini di La Liga, Barcelona bisa bertengger di peringkat pertama dengan 68 poin. Mereka mencetak 82 gol dan hanya kemasukan 28 gol. Unggul 12 poin dari Atletico Madrid dan 16 poin dari rival bebuyutannya, Real Madrid.
Pencapaian Barcelona ini tetap dengan mengandalkan tiki-taka. Di La Liga musim ini, rata-rata akurasi operan mencapai 90 persen dan rata-rata penguasaan bola 62 persen. Mereka juga mampu menghasilkan 272 serangan yang membahayakan gawang musuh dengan rata-rata akurasi tembakan pemain Barcelona 57 persen.
Meski kalah dari AC Milan dan Real Madrid, Barcelona tetap dominan. Melawan Milan, Barcelona menguasai bola 72 persen. Namun, hanya mencetak tujuh percobaan tendangan ke arah gawang dan hanya satu yang pas target. Berbeda dengan Milan yang hanya menguasai 28 persen bola tetapi bisa melancarkan 8 kali tembakan dengan tiga pas target dan menghasilkan dua gol.
Sementara itu, ketika kalah dari Real Madrid, penguasaan bola Barcelona mencapai 70 persen. Kembali tidak efektif dengan mencatatkan tembakan 10 kali dan hanya dua yang pas target. Sementara Madrid dengan 10 kali percobaan, tiga di antaranya pas target dan menghasilkan tiga gol pula.
Lantas mengapa Barcelona mengalami dua kekalahan penting dalam 3 pertandingan terakhir?
Ada banyak hal yang kiranya bisa menjadi alasan. Pertama, kehilangan Tito Vilanova yang menjalani perawatan kesehatan, membuat Jordi Roura sementara mengambil alih tugas memimpin anak-anak Catalan. Roura, orang asli Catalan yang lahir pada 10 September 1967 di Llagostera, Catalonia juga mengenyam akademi La Masia. Namun, kariernya sebagai pemain tidak cemerlang meski sempat bermain untuk Barcelona di masa Johan Cruyff.
Roura selama Pep melatih Barcelona bertugas sebagai analis musuh. Kemudian posisinya meningkat menjadi asisten Tito dan untuk sementara memegang kendali utama Barcelona. Ini jelas bukan pekerjaan mudah. Kegiatan untuk menganalisis lawan saja sudah berat, apalagi diberi tambahan beban untuk mengatur formasi keseluruhan dan memotivasi pemain. Pemain pun nampak merasakan betul kehilangan Tito Vilanova.
Lionel Messi yang sedang tampil tidak sebagus biasanya menambah rumit persoalan Barcelona. Messi sejauh ini sudah mencetak 38 gol di La Liga saja. Pemain lain seperti Pedro, Fabregas, Villa, Xavi, Adriano, Alba dan lainnya juga mampu mencetak gol, namun jumlahnya tidak terlalu signifikan jika dibanding Messi.
Jadi, tanpa Messi dalam performa terbaiknya, sulit bagi Barca untuk membobol gawang lawan. Variasi serangan Barcelona yang kurang efektif membuat mereka kesulitan menghadapi lawan yang tangguh, sudah tahu cara bermain mereka, bermain disiplin, dan efektif.
Lini belakang Barcelona rawan untuk ditembus lawan yang memiliki penyerang tajam dan memiliki kemampuan sprint dengan giringan bola bagus. Dua gol Real Madrid yang dicetak oleh Cristiano Ronaldo berawal dari ini. Dua pemain tengah-belakang Barcelona, Puyol dan Pique kedodoran untuk serangan balik cepat lawan. Ini ditambah dengan peran bek hibrida yang diperankan oleh Sergio Busquets mulai menghilang karena adanya perubahan formasi. Tanpa dukungan dari Busquets, jantung pertahanan Barcelona terlalu mudah untuk ditembus lawan.
Bagaimanapun terlalu dini untuk menghakimi bahwa Barcelona sudah tidak sekuat ketika dipegang oleh Pep Guardiola. Barcelona sejak ditangani oleh Pep Guardiola mulai musim panas 2008 memang kerap menurun penampilannya di bulan Februari.
Persentase kenangan saat Februari pun selalu di bawah rata-rata persentase kemenangan dalam satu musim. Lihat tabel berikut ini:
Tahun Persentase Kemenangan Persentase Kemenangan dalam Satu Musim
2009 50% 68%
2010 60% 76%
2011 67% 73%
2012 71% 73%
2013 50% 76%
Melihat statistik di atas, wajar jika Barcelona tidak bisa menunjukkan penampilan terbaik selama Februari 2013. Lagipula, sudah menjadi hal yang wajar jika sebuah tim mengurangi kecepatannya di tengah lomba marathon seperti ini. Pemain juga manusia, bisa jenuh dan lelah luar biasa.
Memang Barcelona kalah di dua partai penting tetapi itu juga diderita dari lawan kuat.
Pendukung Barcelona tak perlu terlalu khawatir. Di tahun 2009 Barcelona bisa meraih enam trofi. Tetapi, mungkin untuk musim ini Barcelona hanya akan meraih La Liga. Terlalu banyak masalah yang menghinggapi Barcelona musim ini, mulai dari ditinggalkan Pep, sakitnya Tito, dan hal lain yang sudah kita bahas sebelumnya.
Bagaimanapun, Barcelona tetap layak disebut sebagai salah satu yang terbaik di dunia saat ini dan mereka masih memiliki nafsu untuk juara.
Tips Berolahraga dari Atlet dan Pelatih Profesional
Oleh: Aditya
Boleh-boleh saja berolahraga seperti atlet profesional. Tapi ada hal-hal yang harus diperhatikan sebelum dan saat melakukan olahraga dengan intensitas tinggi. Jadi bagaimana olahraga yang baik dan benar?
Dalam pandangan Putu Wiradamungga, atlet Judo nasional, olahraga yang baik dan benar tentu bukan sekadar menggerakkan badan. Lebih dari itu, olahraga bisa membuat tubuh sehat dan bisa membuat hormon-hormon bekerja dengan baik.
“Jika kita rutin melakukan olahraga, maka dapat membuat tubuh fit dan tidak gampang lelah saat bekerja,” ujar Putu. Dia menegaskan pentingnya olahraga yang rutin.
Lalu kapan waktu yang baik untuk berolahraga? Putu menilai di sore hari merupakan waktu yang sangat baik untuk melakukan olahraga. “Pada saat sore hari tidak ada beban, karena saat itu kita telah usai bekerja," jelasnya. Pikiran yang rileks, akan membuat olahraga terasa lebih ringan.
Putu juga mengingatkan agar melakukan pemanasan yang sesuai sebelum melakukan olahraga. Pemanasan harus disesuaikan agar tidak menimbulkan cedera atau justru membuat badan menjadi sakit.
Misalnya lari-lari kecil dan peregangan.
“Biasanya kalau saya pemanasan dapat memakan waktu tiga puluh menit. Namun kalau untuk pemula atau yang jarang berolahraga, cukup dengan 10 menit,” jelasnya.
Ia juga menganjurkan agar sebelum berolahraga sebaiknya tidak mengonsumsi makanan dalam porsi banyak. “Makanan seperti itu dapat menimbulkan mual dan malah membuat kita tidak nyaman saat berolah raga,” imbuhnya.
Bagaimana dengan olah raga bersepeda yang sedang menjadi tren? Putu mengakui bahwa itu juga baik bagi para pemula untuk membakar kalori. Untuk olahraga seperti itu, sebaiknya dilakukan seminggu empat kali. “Lebih baik dikombinasikan dengan gym (olah raga dalam ruang, umumnya berupa senam),” lanjutnya.
Mengenai lamanya berolaraga bagi pemula, Putu mengatakan cukup 30 menit saja. “Kalau sudah mulai terbiasa, bisa sampai satu jam,” ujarnya.
Sedangkan Richard Mainaky, mantan atlet bulutangkis nasional yang kini menjadi pelatih bulutangkis, mengingatkan agar olah raga tidak dilakukan pada malam hari, dengan alasan akan mengganggu waktu istirahat. Jika hal seperti ini dilakukan akan berdampak buruk pada kegiatan pada esok harinya.
“Jangan lupa, tubuh juga perlu memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat,” jelasnya.
Walaupun makanan porsi banyak tidak baik dikonsumsi sebelum berolahraga, tapi Richard menyarankan agar tetap makan dulu sebelum memulai kegiatan olah tubuh. Namun memberikan jeda agar makanan dalam tubuh berproses.
“Biasanya para atlet itu makan dulu sebelum latihan. Setelah itu jeda 30 menit, kemudian baru latihan. Ini juga bisa diterapkan pada para pemula. Olahraga untuk pemula juga harus bertahap dan ada tingkatannya, seperti jogging terlebih dahulu," urai Richard.
Oleh Plasadana
Boleh-boleh saja berolahraga seperti atlet profesional. Tapi ada hal-hal yang harus diperhatikan sebelum dan saat melakukan olahraga dengan intensitas tinggi. Jadi bagaimana olahraga yang baik dan benar?
Dalam pandangan Putu Wiradamungga, atlet Judo nasional, olahraga yang baik dan benar tentu bukan sekadar menggerakkan badan. Lebih dari itu, olahraga bisa membuat tubuh sehat dan bisa membuat hormon-hormon bekerja dengan baik.
“Jika kita rutin melakukan olahraga, maka dapat membuat tubuh fit dan tidak gampang lelah saat bekerja,” ujar Putu. Dia menegaskan pentingnya olahraga yang rutin.
Lalu kapan waktu yang baik untuk berolahraga? Putu menilai di sore hari merupakan waktu yang sangat baik untuk melakukan olahraga. “Pada saat sore hari tidak ada beban, karena saat itu kita telah usai bekerja," jelasnya. Pikiran yang rileks, akan membuat olahraga terasa lebih ringan.
Putu juga mengingatkan agar melakukan pemanasan yang sesuai sebelum melakukan olahraga. Pemanasan harus disesuaikan agar tidak menimbulkan cedera atau justru membuat badan menjadi sakit.
Misalnya lari-lari kecil dan peregangan.
“Biasanya kalau saya pemanasan dapat memakan waktu tiga puluh menit. Namun kalau untuk pemula atau yang jarang berolahraga, cukup dengan 10 menit,” jelasnya.
Ia juga menganjurkan agar sebelum berolahraga sebaiknya tidak mengonsumsi makanan dalam porsi banyak. “Makanan seperti itu dapat menimbulkan mual dan malah membuat kita tidak nyaman saat berolah raga,” imbuhnya.
Bagaimana dengan olah raga bersepeda yang sedang menjadi tren? Putu mengakui bahwa itu juga baik bagi para pemula untuk membakar kalori. Untuk olahraga seperti itu, sebaiknya dilakukan seminggu empat kali. “Lebih baik dikombinasikan dengan gym (olah raga dalam ruang, umumnya berupa senam),” lanjutnya.
Mengenai lamanya berolaraga bagi pemula, Putu mengatakan cukup 30 menit saja. “Kalau sudah mulai terbiasa, bisa sampai satu jam,” ujarnya.
Sedangkan Richard Mainaky, mantan atlet bulutangkis nasional yang kini menjadi pelatih bulutangkis, mengingatkan agar olah raga tidak dilakukan pada malam hari, dengan alasan akan mengganggu waktu istirahat. Jika hal seperti ini dilakukan akan berdampak buruk pada kegiatan pada esok harinya.
“Jangan lupa, tubuh juga perlu memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat,” jelasnya.
Walaupun makanan porsi banyak tidak baik dikonsumsi sebelum berolahraga, tapi Richard menyarankan agar tetap makan dulu sebelum memulai kegiatan olah tubuh. Namun memberikan jeda agar makanan dalam tubuh berproses.
“Biasanya para atlet itu makan dulu sebelum latihan. Setelah itu jeda 30 menit, kemudian baru latihan. Ini juga bisa diterapkan pada para pemula. Olahraga untuk pemula juga harus bertahap dan ada tingkatannya, seperti jogging terlebih dahulu," urai Richard.
Yang Terjadi Jika Olahraga di Malam Hari
Oleh: Aditya
Masyarakat yang tinggal di perkotaan memiliki waktu yang terbatas untuk melakukan olahraga. Kesibukan pekerjaan dan kemacetan di jalan membuat waktu yang tersedia untuk berolahraga hanya tersedia di malam hari dan akhir pekan. Jadilah sebagian dari mereka memilih berolahraga saat matahari terbenam. Lalu apakah olahraga di malam hari baik untuk kesehatan atau malah membuat tubuh rentan terserang penyakit?
Bagi Putu Wiradamunggu, atlet Judo nasional, kalau sekadar lari-lari pada malam hari sebenarnya itu merupakan pilihan yang baik. Hanya saja olahraga ataupun latihan pada malam hari kalau tidak terbiasa terasa mudah lelah. Tapi kalau sudah bisa, tidak ada masalah.
Putu bercerita pengalamannya, biasanya anjuran yang diberikan dari pelatih soal berlatih di malam hari bagi atlet, biasanya disesuaikan dengan jadwal pertandingan. Beban yang diberikan pun tidak terlalu berat. Begitu juga dengan lamanya waktu olahraga.
Biasanya waktu maksimal olah aga pada malam hari adalah 90 menit. “Menurut saya waktu untuk berolah raga pada pagi hingga sore hari lebih baik,” katanya.
Sementara petinju Daud Jordan mengatakan bahwa olahraga pada malam hari sah-sah saja. Apalagi bagi orang yang harus menghabiskan pagi hingga sore untuk bekerja.
“Olahraga baik dilakukan di waktu kapan pun. Soal tempat, kalau di Jakarta misalnya, sebaiknya dilakukan di wilayah Senayan, karena jauh dari polusi udara ataupun asap kendaraan bermotor,” sarannya.
Daud mengungkapkan kalau ia sering berolahraga pada pagi maupun sore, seperti memulainya pada pukul 7. Untuk berlari, dia menjelajah hingga 7-8 kilometer. Seperti halnya Putu, dia mengakui bahwa olah aga malam hari akan terasa cepat lelah, walaupun pada prinsipnya sama saja.
“Jadi bedanya, olahraga saat pagi hari kondisi badan masih fit 100 persen, sedangkan siang hingga sore ketahanan tubuh sudah tidak fit,” jelasnya.
Kendati demikian, Daud mengaku kerap memilih waktu berolahraga pada malam hari. Dia merasa lebik rileks, sekaligus bisa “bersembunyi” dari pandangan khalayak. Itu alasan dia memilih beraktifitas olahraga saat hari menuju gelap. Namun ini pilihan pribadi, bukan jadwal dari pelatih.
Sedangkan anjuran dari pelatihnya bahwa waktu berlatih ataupun bertanding, yakni saat saat pagi atau sore hari. “Pelatih biasanya menganjurkan pada pagi maupun sore harinya. Kalau pada malam hari, karena inisiatif dari diri saya sendiri,” ucapnya.
Walaupun begitu, dia juga mengingatkan tips-tips bagi orang yang melakukan olahraga di malam hari. “Setelah olahraga harus cepat istirahat dan makan yang banyak agar besok harinya kembali fit,” pesan Daud.
Hario Tilarso, dokter olahraga, juga memberikan jawaban bahwa melakukan pilihan melakukan olahraga di malam hari tidak menjadi masalah. “Olahraga pada malam hari itu bagus karena kondisi cuacanya lembab dan sedikit sejuk, jadi tidak ada masalah,” urainya.
Namun olahraga malam hari punya batasan. Yakni setelah atau sebelum jam 00.00 atau tengah malam, kegiatannya harus dihentikan. “Pulang ke rumah, jangan lupa mandi, lalu beristirahat tidur,” jelasnya.
Jika ada yang mengalami cedera saat berolahraga di malam hari, hal itu terjadi bukan karena pilihan waktu, melainkan jenis olahraga yang dilakukan.
“Mereka memilih jenis olahraga yang melakukan gerakan mendadak, serta eksplosif. Kebanyakan dari mereka kan olahraga futsal, tenis, basket,” ungkapnya. Jenis olah raga seperti ini kerap membutuhkan gerakan mendadak dan cepat.
Hario melanjutkan bahwa olahraga yang sehat itu memiliki gerakan berlanjut berurutan.
“Apalagi jika memiliki riwayat penyakit jantung, sebaiknya melakukan olahraga yang seperti itu. Lari atau jogging baik untuk yang jarang olahraga ataupun yang mempunyai riwayat penyakit jantung,” katanya.
Oleh Plasadana
Masyarakat yang tinggal di perkotaan memiliki waktu yang terbatas untuk melakukan olahraga. Kesibukan pekerjaan dan kemacetan di jalan membuat waktu yang tersedia untuk berolahraga hanya tersedia di malam hari dan akhir pekan. Jadilah sebagian dari mereka memilih berolahraga saat matahari terbenam. Lalu apakah olahraga di malam hari baik untuk kesehatan atau malah membuat tubuh rentan terserang penyakit?
Bagi Putu Wiradamunggu, atlet Judo nasional, kalau sekadar lari-lari pada malam hari sebenarnya itu merupakan pilihan yang baik. Hanya saja olahraga ataupun latihan pada malam hari kalau tidak terbiasa terasa mudah lelah. Tapi kalau sudah bisa, tidak ada masalah.
Putu bercerita pengalamannya, biasanya anjuran yang diberikan dari pelatih soal berlatih di malam hari bagi atlet, biasanya disesuaikan dengan jadwal pertandingan. Beban yang diberikan pun tidak terlalu berat. Begitu juga dengan lamanya waktu olahraga.
Biasanya waktu maksimal olah aga pada malam hari adalah 90 menit. “Menurut saya waktu untuk berolah raga pada pagi hingga sore hari lebih baik,” katanya.
Sementara petinju Daud Jordan mengatakan bahwa olahraga pada malam hari sah-sah saja. Apalagi bagi orang yang harus menghabiskan pagi hingga sore untuk bekerja.
“Olahraga baik dilakukan di waktu kapan pun. Soal tempat, kalau di Jakarta misalnya, sebaiknya dilakukan di wilayah Senayan, karena jauh dari polusi udara ataupun asap kendaraan bermotor,” sarannya.
Daud mengungkapkan kalau ia sering berolahraga pada pagi maupun sore, seperti memulainya pada pukul 7. Untuk berlari, dia menjelajah hingga 7-8 kilometer. Seperti halnya Putu, dia mengakui bahwa olah aga malam hari akan terasa cepat lelah, walaupun pada prinsipnya sama saja.
“Jadi bedanya, olahraga saat pagi hari kondisi badan masih fit 100 persen, sedangkan siang hingga sore ketahanan tubuh sudah tidak fit,” jelasnya.
Kendati demikian, Daud mengaku kerap memilih waktu berolahraga pada malam hari. Dia merasa lebik rileks, sekaligus bisa “bersembunyi” dari pandangan khalayak. Itu alasan dia memilih beraktifitas olahraga saat hari menuju gelap. Namun ini pilihan pribadi, bukan jadwal dari pelatih.
Sedangkan anjuran dari pelatihnya bahwa waktu berlatih ataupun bertanding, yakni saat saat pagi atau sore hari. “Pelatih biasanya menganjurkan pada pagi maupun sore harinya. Kalau pada malam hari, karena inisiatif dari diri saya sendiri,” ucapnya.
Walaupun begitu, dia juga mengingatkan tips-tips bagi orang yang melakukan olahraga di malam hari. “Setelah olahraga harus cepat istirahat dan makan yang banyak agar besok harinya kembali fit,” pesan Daud.
Hario Tilarso, dokter olahraga, juga memberikan jawaban bahwa melakukan pilihan melakukan olahraga di malam hari tidak menjadi masalah. “Olahraga pada malam hari itu bagus karena kondisi cuacanya lembab dan sedikit sejuk, jadi tidak ada masalah,” urainya.
Namun olahraga malam hari punya batasan. Yakni setelah atau sebelum jam 00.00 atau tengah malam, kegiatannya harus dihentikan. “Pulang ke rumah, jangan lupa mandi, lalu beristirahat tidur,” jelasnya.
Jika ada yang mengalami cedera saat berolahraga di malam hari, hal itu terjadi bukan karena pilihan waktu, melainkan jenis olahraga yang dilakukan.
“Mereka memilih jenis olahraga yang melakukan gerakan mendadak, serta eksplosif. Kebanyakan dari mereka kan olahraga futsal, tenis, basket,” ungkapnya. Jenis olah raga seperti ini kerap membutuhkan gerakan mendadak dan cepat.
Hario melanjutkan bahwa olahraga yang sehat itu memiliki gerakan berlanjut berurutan.
“Apalagi jika memiliki riwayat penyakit jantung, sebaiknya melakukan olahraga yang seperti itu. Lari atau jogging baik untuk yang jarang olahraga ataupun yang mempunyai riwayat penyakit jantung,” katanya.
Alasan Para Atlet Makan Pisang dan Jeruk Usai Bertanding
Oleh: Aditya
Atlet yang bertanding membutuhkan stamina yang prima dan juga konsentrasi yang baik. Semua ini tentu saja menguras energi besar. Lalu apa yang dilakukan para atlet untuk menjaga staminanya?
Jika saat pertandingan tampak para atlet mengonsumsi minuman mineral yang disediakan di pinggir lapangan, beda halnya dengan asupan mereka usai pertandingan. Pada umumnya, jeruk dan pisang jadi santapan rutin para atlet setelah menjalani pertandingan yang melelahkan.
Tentu makan pisang dan jeruk usai bertanding ada alasannya. Dokter olahraga Hario Tilarso menjelaskan tubuh membutuhkan sumber karbohidrat setelah bertanding. Karena itu, demi memulihkan tenaga, kebutuhan karbohidrat perlu diisi kembali lewat buah-buah tersebut.
“Pisang dan jeruk mengandung karbohidrat. Buah tersebut merupakan sumber karbohidrat dan mengandung glukogen”, kata Hario.
Manfaat dua buah tersebut bagi atlet atau orang yang usai berolahraga adalah menggantikan sumber glikemik yang habis terpakai. ”Atlet membutuhkan masukan sumber cadangan glikemik untuk keesokan harinya jika bertanding sudah siap, dengan cara mengonsumsi makanan yang manis dan minuman yang manis,” ujarnya.
Hario juga menjelaskan, setelah mengonsumsi pisang dan jeruk usai berolahraga, tubuh akan terasa segar kembali. “Glikogen dibutuhkan setelah setengah jam bertanding. Tubuh terutama di bagian otot, di darah dan hati membutuhkan glikemik dari makanan yang manis dan sumber gulanya tinggi,” paparnya.
Dia melanjutkan, pilihan makanan atau minuman yang lain yang baik dikonsumsi usai bertanding tidak sebatas pisang dan jeruk saja. Sebenarnya semua makanan dan minuman yang manis baik untuk dikonsumsi.
“Roti, minuman soft drink yang mengandung elektrolit bagus untuk dikonsumsi,” imbuhnya.
Hario memaparkan, pertandingan yang menghabiskan waktu lebih dari satu jam, membuat kebutuhan tubuh terhadap karbohidrat maupun glikemik-nya harus diisi kembali. “Makanya jika kita perhatikan olahraga seperti tenis, lari, atau sepeda, di tiap pos ataupun finish-nya selalu disediakan minuman yang mengandung elektrolit,” urainya.
Sekadar catatan, minuman elektrolit atau isotonik yang mengandung natrium dan garam kalium akan mengisi kebutuhan air tubuh dan kadar elektrolit yang terkuras akibat olahraga. Minuman jenis ini memiliki manfaat untuk mengurangi risiko dehidrasi atau kekurangan cairan.
Minum Air Es Usai Olahraga Bikin Jantungan?
Ditulis oleh: Marmi Panti Hidayah
Aktivitas olahraga menyebabkan tubuh berkeringat sehingga cairan dalam tubuh berkurang atau dehidrasi. Minum bisa mengatasi masalah dehidrasi. Biasanya beberapa orang memilih minum air es usai berolahraga, karena rasanya yang segar.
Lalu ada asumsi yang berkembang bahwa minum air es usai berolahraga bisa menimbulkan penyakit jantung. Benarkah pendapat tersebut?
Dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat, Dr dr Afriwardi, SpKO,MA menegaskan, belum ada satu pun kepustakaan ilmiah yang membuktikan bahwa meminum air es setelah berolahraga menimbulkan penyakit jantung. Karena itu, cerita yang berkembang di masyarakat tersebut belum bisa dibuktikan secara medis.
Menurutnya, minum setelah berolahraga memang diharuskan untuk mengatasi dehidrasi yang terjadi pada tubuh. Untuk mengembalikan status dehidrasi uasi berolahraga, Afriwardi menyarankan, ”minumlah minuman bersuhu dingin dengan konsentrasi gula rendah, serta ditambah sedikit garam. Jadi seperti kita membuat larutan oralit saat membantu orang diare."
Jika pilihannya meminum jus buah, itu bisa saja dilakukan setelah berolahraga. Hanya saja, jus buah yang diminum harus dalam konsentrasi rendah, artinya jus yang tidak pekat atau kental.
Lalu bagaimana dengan minuman kaleng yang disebut-sebut mengandung ion, apakah baik dikonsumsi setelah olahraga?
“Penggunaan minuman kaleng semacam itu boleh saja, asalkan jangan berlebihan,” imbuhnya. Ahli Kesehatan di bidang Kedokteran Olahraga ini merekomendasikan hanya cukup minum satu kaleng setelah olah raga. Sebab, jika penggunaan terlalu banyak justru bisa menimbulkan rasa mual. Tentu pada akhirnya tidak baik bagi kesehatan.
Sementara mengenai jumlah liter yang perlu diminum setelah bertanding, kebutuhan masing-masing orang tidak sama. Hal itu sangat tergantung kepada intensitas dan lamanya berolahraga. Walau begitu, tentu bisa dihitung kebutuhannya.
Untuk menghitung kebutuhan air minum setelah berolahraga, idealnya dengan menghitung berat badan sebelum dan sesudah berolahraga, terutama jika olah tubuhnya berat.
“Selisih berat badan merupakan jumlah cairan yang hilang dan perlu diganti,” urainya.
Untuk mengukur apakah minuman yang kita konsumsi sudah cukup mengganti hilangnya cairan dalam tubuh, caranya mudah saja. Ukurannya bukan nikmat atau tidak air yang diminum, melainkan rasa haus.
Afriwardi menegaskan ketika rasa haus hilang setelah ada minuman yang masuk ke dalam tubuh, itu bisa dijadikan tanda untuk menilai kecukupan minum bagi seseorang. Biasanya, dalam kurun waktu dua hingga tiga jam setelah berolahraga akan muncul rasa ingin buang air kecil.
Aktivitas olahraga menyebabkan tubuh berkeringat sehingga cairan dalam tubuh berkurang atau dehidrasi. Minum bisa mengatasi masalah dehidrasi. Biasanya beberapa orang memilih minum air es usai berolahraga, karena rasanya yang segar.
Lalu ada asumsi yang berkembang bahwa minum air es usai berolahraga bisa menimbulkan penyakit jantung. Benarkah pendapat tersebut?
Dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat, Dr dr Afriwardi, SpKO,MA menegaskan, belum ada satu pun kepustakaan ilmiah yang membuktikan bahwa meminum air es setelah berolahraga menimbulkan penyakit jantung. Karena itu, cerita yang berkembang di masyarakat tersebut belum bisa dibuktikan secara medis.
Menurutnya, minum setelah berolahraga memang diharuskan untuk mengatasi dehidrasi yang terjadi pada tubuh. Untuk mengembalikan status dehidrasi uasi berolahraga, Afriwardi menyarankan, ”minumlah minuman bersuhu dingin dengan konsentrasi gula rendah, serta ditambah sedikit garam. Jadi seperti kita membuat larutan oralit saat membantu orang diare."
Jika pilihannya meminum jus buah, itu bisa saja dilakukan setelah berolahraga. Hanya saja, jus buah yang diminum harus dalam konsentrasi rendah, artinya jus yang tidak pekat atau kental.
Lalu bagaimana dengan minuman kaleng yang disebut-sebut mengandung ion, apakah baik dikonsumsi setelah olahraga?
“Penggunaan minuman kaleng semacam itu boleh saja, asalkan jangan berlebihan,” imbuhnya. Ahli Kesehatan di bidang Kedokteran Olahraga ini merekomendasikan hanya cukup minum satu kaleng setelah olah raga. Sebab, jika penggunaan terlalu banyak justru bisa menimbulkan rasa mual. Tentu pada akhirnya tidak baik bagi kesehatan.
Sementara mengenai jumlah liter yang perlu diminum setelah bertanding, kebutuhan masing-masing orang tidak sama. Hal itu sangat tergantung kepada intensitas dan lamanya berolahraga. Walau begitu, tentu bisa dihitung kebutuhannya.
Untuk menghitung kebutuhan air minum setelah berolahraga, idealnya dengan menghitung berat badan sebelum dan sesudah berolahraga, terutama jika olah tubuhnya berat.
“Selisih berat badan merupakan jumlah cairan yang hilang dan perlu diganti,” urainya.
Untuk mengukur apakah minuman yang kita konsumsi sudah cukup mengganti hilangnya cairan dalam tubuh, caranya mudah saja. Ukurannya bukan nikmat atau tidak air yang diminum, melainkan rasa haus.
Afriwardi menegaskan ketika rasa haus hilang setelah ada minuman yang masuk ke dalam tubuh, itu bisa dijadikan tanda untuk menilai kecukupan minum bagi seseorang. Biasanya, dalam kurun waktu dua hingga tiga jam setelah berolahraga akan muncul rasa ingin buang air kecil.
Subscribe to:
Posts (Atom)





+2012-2013.jpg)
+2012-2013.jpg)
+2012-2013.jpg)
+2012-2013.jpg)


+2012-2013.jpg)





