Prasetia Blog's
A place to share something
Search This Blog
Friday, April 26, 2013
Monday, March 4, 2013
Pukulan KO Paling Telak Sepanjang Sejarah
Oleh: Aditya
Petinju Meksiko, Juan Manuel Marquez, akhirnya meraih kemenangan atas petinju Filipina, Manny Pacquiao setelah tiga pertarungan sebelumnya selalu gagal. Pertandingan ditutup lewat pukulan knock out (KO) alias pukulan yang menjatuhkan dan lawan tak sanggup bangun.
Marquez, yang sudah berusia 39 tahun, berhasil menjatuhkan Pacquiao lewat pukulan kanan ke dagunya di ronde keenam. Pac-Man – julukan Pacquiao – langsung terkapar.
Namun apakah itu pukulan KO terbaik yang pernah terjadi? Belum tentu. Setidaknya masih ada belasan catatan pukulan KO hebat di ring tinju:
1. Manny Pacquiao Vs Ricky Hatton, 2 Mei 2009
Hatton diharapkan dapat memberikan perlawanan berarti bagi Pacquiao. Apalagi dengan modal rekor 45 kali menang dan sekali kalah. Namun kenyataannya, Pac-Man benar-benar jauh lebih unggul. Hatton tak berkutik di ronde pertama setelah tersambar hook dari Pac-Man. Hutton tersungkur, pertandingan pun terhenti.
2. Diego Corrales Vs Jose Luis Castillo, 7 Mei 2005
Sembilan ronde pertama yang luar biasa, tapi pada ronde 10 terjadi hal yang mustahil. Castillo menjatuhkan Corrales dua kali di awal ronde dan Corrales tampak seperti tidak mampu melanjutkan pertandingan. Entah mendapatkan energi dari mana, dia berhasil meluluhlantakkan Castillo dengan pukulan tangan kanan lurus yang membuat Castillo tak mampu melanjutkan pertandingan.
3. George Foreman Vs Michael Moorer, 5 November 1994
Foreman berusia 45 tahun dan mencoba untuk mendapatkan kembali gelar kelas beratnya. Dia menggila ketika melawan Moorer sepanjang sembilan ronde pertama. Foreman melemparkan jab dan pukulan kanan lurus di belakangnya, meremas Moorer, sehingga membuat reporter HBO, Jim Lampley berteriak, "Itu terjadi! Itu terjadi!" Foreman, pada usia 45 tahun, menjadi juara kelas berat tertua pada olahraga tinju.
4. Buster Douglas Vs Mike Tyson, 10 Februari 1990
Tyson difavoritkan untuk mempertahankan gelar kelas beratnya yakni versi IBF / WBA / WBC dengan rekor pertandingan 42-1 . Namun Tyson bermasalah dari awal. Douglas memiliki pukulan yang kuat dan terus-menerus menghujani pukulan ke wajah Si Leher Beton.
Sebenarnya Tyson menjatuhkan Douglas di ronde delapan, serta hampir menyelamatkan gelarnya. Namun Douglas kembali bangkit. Dia memukul Tyson dengan serangkaian uppercut dan kemudian pukulan telak yang menjatuhkan Tyson. Juara dunia itu tak bisa bangun dan menerima kekalahan pertamanya.
5. Mike Tyson Vs Michael Spinks, 27 Juni 1988
Pada pertarungan ini Tyson dalam posisi puncaknya. Pertarungan tersebut merupakan pertarungan dua pria tak terkalahkan dan masing-masing memegang sabuk kelas berat, namun Spinks babak belur sampai Tyson harus menghentikan serangannya. Tyson mengatasi Spinks dengan tangan kanannya sekitar 70 detik. Spinks bangkit, namun Tyson dengan cepat mendaratkan pukulan KO dengan tangan kanannya.
6. Marvelous Marvin Hagler Vs Thomas Hearns, 15 April 1985
Dianggap oleh banyak orang sebagai pertarungan terbaik dalam sejarah tinju, Hagler terlalu kuat untuk Hearns. Terbukti, dalam pertandingan ini ia tampil habis-habisan. Hagler terpojok di ronde ketiga dan dia tahu harus melakukan sesuatu yang dramatis. Hagler mendaratkan hook kanan ke kepala yang membuat Hearns terhuyung-huyung. Hagler berlari melintasi ring setelah berhasil menyarangkan pukulan dengan tangan kanan. Hearns kalah untuk pertama kalinya dan Hagler merayakan kemenangan setelah berjuang keras.
7. Thomas Hearns Vs Roberto Duran, 15 Juni 1984
Hearns menunjukkan kekuasaannya di laga ini. Dia menjatuhkan Duran dua kali dalam ronde pertama dan mengakhiri laga dengan pukulan lurus tepat di ronde kedua yang dikirim ke wajah Duran dan membuatnya jatuh menyentuh lantai.
8. Muhammad Ali Vs George Foreman, 30 October 1974
Pertarungan ini dikenal sebagai "The Rumble in the Jungle," dan diselenggarakan di Kinshasa, Zaire, yang sekarang dikenal sebagai Kongo. Ali saat itu diprediksi karirnya akan habis dan banyak yang khawatir dia akan terluka parah. Namun dalam laga ini Ali mengeluarkan strategi "Rope-a-Dope". Dia bersandar di tali, menutupi muka dan memungkinkan Foreman meninjunya. Setelah Foreman lelah, Ali membuka dan meninju Foreman dalam ronde kedelapan sekaligus memenangi gelar kedua kalinya.
9. George Foreman Vs Joe Frazier, 22 Januari 1973
Frazier memasuki pertarungan sebagai juara, dengan catatan angka 29-0 dan 25 KO. Foreman dengan catatan 37-0 dan 34 kali menang KO. Ini menjadikan pertarungan penuh aksi, namun hanya untuk satu orang. Foreman menjatuhkan Frazier sebanyak enam kali, sekali pukulan membuat Frazier kehilangan keseimbangan, sekaligus keluar menjadi juara.
10. Sugar Ray Robinson Vs Gene Fullmer, 1 Mei 1957
Empat bulan sebelumnya, Robinson kehilangan gelar kelas menengah oleh Fuller di New York. Mereka melakukan pertandingan ulang di Chicago dan Fullmer lagi-lagi melakukan dengan baik ketika Robinson memukulnya dengan hook kiri ke rahangnya yang menempatkan Fullmer keluar ring tinju dengan KO.
11. Rocky Marciano Vs Jersey Joe Walcott, 23 September 1952
Pertarungan ini menandai awal kejayaan Marciano sebagai juara kelas berat. Meskipun tertinggal poin, namun Walcott berhasil memberikan pukulan menyilang tepat di dagu sekaligus menjadikan salah satu icon foto tinju sepanjang masa. Foto itu menunjukkan pukulan yang diarahkan ke wajah Walcott dan membuat membuat mimik wajah yang menarik.
12. Joe Louis Vs Max Schmeling, 22 Juni 1938
Meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dengan Jerman karena kebijakan agresif negeri rezim Hitler, mempengaruhi sebuah pertandingan olah raga. Schmeling mengalahkan Louis pada tahun 1936 dan Amerika sangat ingin melihat Louis membalas dendam. Dia melakukannya dengan cara yang spektakuler. Meninju Schmeling hingga terkapar sebanyak tiga kali dalam ronde pertama dan memaksa wasit Arthur Donovan untuk menghentikannya.
13. Jack Dempsey Vs Luis Angel Firpo, 14 September 1923
Pertarungan tersebut seperti perkelahian liar dan Dempsey mampu menjatuhkan Firpo ke lantai hingga tujuh kali di babak pertama. Namun Dempsey juga sempat tersungkur dua kali. Dalam babak kedua, Dempsey semakin menggila dan berhasil menghentikan Firpo di menit pertama babak untuk mempertahankan gelar kelas beratnya.
14. Jack Johnson Vs Stanley Ketchel, 16 Oktober 1909
Johnson adalah juara kelas berat dan Ketchel juara kelas menengah, tapi KO yang terjadi pada pertandingan tersebut adalah satu di antara pertandingan paling brutal yang pernah ada. Pertama, kekuatan meninju Ketchel, salah satu punchers besar dalam sejarah olah raga, sehingga membuat Johnson tersungkur di ronde 12.
Namun ketika Johnson bangkit, ia meninju keras Ketchel. Dia mendaratkan pukulan dengan tangan kanan yang tidak hanya membuat Ketchel keluar arena, tetapi juga menanggalkan beberapa gigi Ketchel menempel di sarung tangannya.
Oleh Plasadana
Petinju Meksiko, Juan Manuel Marquez, akhirnya meraih kemenangan atas petinju Filipina, Manny Pacquiao setelah tiga pertarungan sebelumnya selalu gagal. Pertandingan ditutup lewat pukulan knock out (KO) alias pukulan yang menjatuhkan dan lawan tak sanggup bangun.
Marquez, yang sudah berusia 39 tahun, berhasil menjatuhkan Pacquiao lewat pukulan kanan ke dagunya di ronde keenam. Pac-Man – julukan Pacquiao – langsung terkapar.
Namun apakah itu pukulan KO terbaik yang pernah terjadi? Belum tentu. Setidaknya masih ada belasan catatan pukulan KO hebat di ring tinju:
1. Manny Pacquiao Vs Ricky Hatton, 2 Mei 2009
Hatton diharapkan dapat memberikan perlawanan berarti bagi Pacquiao. Apalagi dengan modal rekor 45 kali menang dan sekali kalah. Namun kenyataannya, Pac-Man benar-benar jauh lebih unggul. Hatton tak berkutik di ronde pertama setelah tersambar hook dari Pac-Man. Hutton tersungkur, pertandingan pun terhenti.
2. Diego Corrales Vs Jose Luis Castillo, 7 Mei 2005
Sembilan ronde pertama yang luar biasa, tapi pada ronde 10 terjadi hal yang mustahil. Castillo menjatuhkan Corrales dua kali di awal ronde dan Corrales tampak seperti tidak mampu melanjutkan pertandingan. Entah mendapatkan energi dari mana, dia berhasil meluluhlantakkan Castillo dengan pukulan tangan kanan lurus yang membuat Castillo tak mampu melanjutkan pertandingan.
3. George Foreman Vs Michael Moorer, 5 November 1994
Foreman berusia 45 tahun dan mencoba untuk mendapatkan kembali gelar kelas beratnya. Dia menggila ketika melawan Moorer sepanjang sembilan ronde pertama. Foreman melemparkan jab dan pukulan kanan lurus di belakangnya, meremas Moorer, sehingga membuat reporter HBO, Jim Lampley berteriak, "Itu terjadi! Itu terjadi!" Foreman, pada usia 45 tahun, menjadi juara kelas berat tertua pada olahraga tinju.
4. Buster Douglas Vs Mike Tyson, 10 Februari 1990
Tyson difavoritkan untuk mempertahankan gelar kelas beratnya yakni versi IBF / WBA / WBC dengan rekor pertandingan 42-1 . Namun Tyson bermasalah dari awal. Douglas memiliki pukulan yang kuat dan terus-menerus menghujani pukulan ke wajah Si Leher Beton.
Sebenarnya Tyson menjatuhkan Douglas di ronde delapan, serta hampir menyelamatkan gelarnya. Namun Douglas kembali bangkit. Dia memukul Tyson dengan serangkaian uppercut dan kemudian pukulan telak yang menjatuhkan Tyson. Juara dunia itu tak bisa bangun dan menerima kekalahan pertamanya.
5. Mike Tyson Vs Michael Spinks, 27 Juni 1988
Pada pertarungan ini Tyson dalam posisi puncaknya. Pertarungan tersebut merupakan pertarungan dua pria tak terkalahkan dan masing-masing memegang sabuk kelas berat, namun Spinks babak belur sampai Tyson harus menghentikan serangannya. Tyson mengatasi Spinks dengan tangan kanannya sekitar 70 detik. Spinks bangkit, namun Tyson dengan cepat mendaratkan pukulan KO dengan tangan kanannya.
6. Marvelous Marvin Hagler Vs Thomas Hearns, 15 April 1985
Dianggap oleh banyak orang sebagai pertarungan terbaik dalam sejarah tinju, Hagler terlalu kuat untuk Hearns. Terbukti, dalam pertandingan ini ia tampil habis-habisan. Hagler terpojok di ronde ketiga dan dia tahu harus melakukan sesuatu yang dramatis. Hagler mendaratkan hook kanan ke kepala yang membuat Hearns terhuyung-huyung. Hagler berlari melintasi ring setelah berhasil menyarangkan pukulan dengan tangan kanan. Hearns kalah untuk pertama kalinya dan Hagler merayakan kemenangan setelah berjuang keras.
7. Thomas Hearns Vs Roberto Duran, 15 Juni 1984
Hearns menunjukkan kekuasaannya di laga ini. Dia menjatuhkan Duran dua kali dalam ronde pertama dan mengakhiri laga dengan pukulan lurus tepat di ronde kedua yang dikirim ke wajah Duran dan membuatnya jatuh menyentuh lantai.
8. Muhammad Ali Vs George Foreman, 30 October 1974
Pertarungan ini dikenal sebagai "The Rumble in the Jungle," dan diselenggarakan di Kinshasa, Zaire, yang sekarang dikenal sebagai Kongo. Ali saat itu diprediksi karirnya akan habis dan banyak yang khawatir dia akan terluka parah. Namun dalam laga ini Ali mengeluarkan strategi "Rope-a-Dope". Dia bersandar di tali, menutupi muka dan memungkinkan Foreman meninjunya. Setelah Foreman lelah, Ali membuka dan meninju Foreman dalam ronde kedelapan sekaligus memenangi gelar kedua kalinya.
9. George Foreman Vs Joe Frazier, 22 Januari 1973
Frazier memasuki pertarungan sebagai juara, dengan catatan angka 29-0 dan 25 KO. Foreman dengan catatan 37-0 dan 34 kali menang KO. Ini menjadikan pertarungan penuh aksi, namun hanya untuk satu orang. Foreman menjatuhkan Frazier sebanyak enam kali, sekali pukulan membuat Frazier kehilangan keseimbangan, sekaligus keluar menjadi juara.
10. Sugar Ray Robinson Vs Gene Fullmer, 1 Mei 1957
Empat bulan sebelumnya, Robinson kehilangan gelar kelas menengah oleh Fuller di New York. Mereka melakukan pertandingan ulang di Chicago dan Fullmer lagi-lagi melakukan dengan baik ketika Robinson memukulnya dengan hook kiri ke rahangnya yang menempatkan Fullmer keluar ring tinju dengan KO.
11. Rocky Marciano Vs Jersey Joe Walcott, 23 September 1952
Pertarungan ini menandai awal kejayaan Marciano sebagai juara kelas berat. Meskipun tertinggal poin, namun Walcott berhasil memberikan pukulan menyilang tepat di dagu sekaligus menjadikan salah satu icon foto tinju sepanjang masa. Foto itu menunjukkan pukulan yang diarahkan ke wajah Walcott dan membuat membuat mimik wajah yang menarik.
12. Joe Louis Vs Max Schmeling, 22 Juni 1938
Meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dengan Jerman karena kebijakan agresif negeri rezim Hitler, mempengaruhi sebuah pertandingan olah raga. Schmeling mengalahkan Louis pada tahun 1936 dan Amerika sangat ingin melihat Louis membalas dendam. Dia melakukannya dengan cara yang spektakuler. Meninju Schmeling hingga terkapar sebanyak tiga kali dalam ronde pertama dan memaksa wasit Arthur Donovan untuk menghentikannya.
13. Jack Dempsey Vs Luis Angel Firpo, 14 September 1923
Pertarungan tersebut seperti perkelahian liar dan Dempsey mampu menjatuhkan Firpo ke lantai hingga tujuh kali di babak pertama. Namun Dempsey juga sempat tersungkur dua kali. Dalam babak kedua, Dempsey semakin menggila dan berhasil menghentikan Firpo di menit pertama babak untuk mempertahankan gelar kelas beratnya.
14. Jack Johnson Vs Stanley Ketchel, 16 Oktober 1909
Johnson adalah juara kelas berat dan Ketchel juara kelas menengah, tapi KO yang terjadi pada pertandingan tersebut adalah satu di antara pertandingan paling brutal yang pernah ada. Pertama, kekuatan meninju Ketchel, salah satu punchers besar dalam sejarah olah raga, sehingga membuat Johnson tersungkur di ronde 12.
Namun ketika Johnson bangkit, ia meninju keras Ketchel. Dia mendaratkan pukulan dengan tangan kanan yang tidak hanya membuat Ketchel keluar arena, tetapi juga menanggalkan beberapa gigi Ketchel menempel di sarung tangannya.
Oleh Plasadana
Hebat Siapa, Messi atau Ronaldo?
Oleh: Budi Suryadinata
Membandingkan antara Cristiano Ronaldo dengan Lionel Messi untuk penghargaan paling bergengsi bagi pemain di kawasan Eropa: Ballon d'Or tentu tidak mudah. Penghargaan bola emas ini diberikan kepada pemain yang benar-benar terbaik di Liga Eropa.
Ronaldo pernah membawa pulang penghargaan tersebut pada 2008. Setelah itu, tiga tahun berturut-turut hingga 2011, penghargaan itu direbut Messi.
Lalu siapa yang akan mendapat anugerah bola emas pada tahun ini?
Bahkan Sepp Blatter, Presiden FIFA (Federasi Sepak Bola Internasional) pun bingung. Usai memberikan kuliah di Jenewa, Swiss, beberapa waktu lalu, pria berusia 76 tahun ini menyampaikan kesannya.
"Kita menghadapi dua pemain dengan permainan yang berbeda dan mungkin kepribadian yang bertolak belakang. Situasi ini menarik buat dunia sepak bola, karena bagi saya, sangat luar biasa," ujarnya.
Spekulasi terus merebak siapa yang berhak mendapatkan Ballon d'Or. Bleacherreport, situs informasi yang biasa mengungkap statistik sepak bola, sepertinya mengarah kepada Lionel Messi dengan menunjuk kepada jumlah gol pada musim kompetisi 2011-2012. Pada periode itu Messi berhasil mencetak 73 gol, sementara Ronaldo melesakkan 60 gol.
Pengamat Gabriele Marcotti yang menulis untuk ESPN pun merasa kesulitan, mengingat penilaian tidak semestinya sekadar angka statistik kedua pemain hebat itu. Terutama hanya jumlah gol yang tidak bisa dikatakan sama, antara satu gol dengan gol lainnya.
Masih ada nilai lain dalam penampilan pemain yang juga harus diperhatikan untuk menentukan siapa yang terbaik di antara keduanya. Dia mengungkap sejumlah data statistik 1 Januari-10 Oktober 2012 tentang kedua pemain dengan beragam model penilaian.
Mari lihat jumlah pertandingan di klub. Messi sudah menuntaskan 45 pertandingan dengan mencetak 56 gol. Sedangkan Ronaldo mengoleksi 48 gol untuk 43 pertandingan.
Namun tentu saja tidak semua gol bisa dikatakan berimbang. Ada yang diciptakan dengan sulit, ada pula yang kebetulan mudah. Boleh jadi, kata Marcotti, dari sebuah hat-trick dalam satu pertandingan, yang paling bernilai adalah gol pertama. Karena itulah, sebagai sebuah nilai untuk penampilan pemain, hanya satu gol yang dihitung.
Jika model seperti ini jadi ukuran, maka posisi Ronaldo mengungguli Messi, dengan skor 27:23. Bahkan khusus untuk La Liga, posisinya 20:17. Perbandingan ini memperlihatkan bahwa Ronaldo lebih banyak hat-trick dibandingkan Messi.
"Tentu model ini bisa saja diperdebatkan," ujar Marcotti.
Dengan kategori lain untuk melihat nilai seorang pemain bagi timnya, bisa juga digunakan ukuran saat kedua pemain membela klubnya melawan 10 klub terbaik di La Liga. Dengan model ini, tetap mengukur lewat jumlah gol, posisi Ronaldo lebih baik dibandingkan Messi, yaitu 18:12.
Bagaimana dengan penampilan saat melawan tim kuat dari liga negara lain, seperti Jerman, Inggris dan Italia pada Liga Champion?
Pada ukuran ini, Messi yang mengungguli Ronaldo dengan 8 gol dari empat pertandingan. Sementara Ronaldo hanya mencetak 3 gol dari tiga pertandingan.
Bagi kedua klub tempat bernaung dua pemain itu, Barcelona dan Real Madrid, boleh jadi pertandingan terberatnya adalah El Clasico. Ternyata dari 6 kali pertandingan sepanjang 2012 itu, Messi mengoleksi 7 gol dan Ronaldo hanya 4 gol.
Sedangkan pada pertandingan internasional saat membela negara masing-masing, Messi juga tetap mengungguli Ronaldo. Dari 6 pertandingan, koleksinya 9 gol. Ronaldo mencatat 5 gol untuk 11 pertandingan.
Keunggulan Messi belum berhenti. Dengan mengukur umpan matang kepada rekan di lapangan, Messi sudah mencatat 10 kali, sementara Ronaldo hanya 6 kali.
Tampaknya, inilah dua kepribadian bertolak belakang yang dimiliki dua pemain hebat itu. Messi rendah hati dan lebih mau berbagi, sementara Ronaldo cenderung egois di lapangan.
Namun tetap saja, dua pemain ini sama-sama hebat, walaupun banyak analisis dan statistik yang mengarahkan bahwa Messi lebih layak dapat FIFA Ballon d'Or.
Oleh Plasadana
Membandingkan antara Cristiano Ronaldo dengan Lionel Messi untuk penghargaan paling bergengsi bagi pemain di kawasan Eropa: Ballon d'Or tentu tidak mudah. Penghargaan bola emas ini diberikan kepada pemain yang benar-benar terbaik di Liga Eropa.
Ronaldo pernah membawa pulang penghargaan tersebut pada 2008. Setelah itu, tiga tahun berturut-turut hingga 2011, penghargaan itu direbut Messi.
Lalu siapa yang akan mendapat anugerah bola emas pada tahun ini?
Bahkan Sepp Blatter, Presiden FIFA (Federasi Sepak Bola Internasional) pun bingung. Usai memberikan kuliah di Jenewa, Swiss, beberapa waktu lalu, pria berusia 76 tahun ini menyampaikan kesannya.
"Kita menghadapi dua pemain dengan permainan yang berbeda dan mungkin kepribadian yang bertolak belakang. Situasi ini menarik buat dunia sepak bola, karena bagi saya, sangat luar biasa," ujarnya.
Spekulasi terus merebak siapa yang berhak mendapatkan Ballon d'Or. Bleacherreport, situs informasi yang biasa mengungkap statistik sepak bola, sepertinya mengarah kepada Lionel Messi dengan menunjuk kepada jumlah gol pada musim kompetisi 2011-2012. Pada periode itu Messi berhasil mencetak 73 gol, sementara Ronaldo melesakkan 60 gol.
Pengamat Gabriele Marcotti yang menulis untuk ESPN pun merasa kesulitan, mengingat penilaian tidak semestinya sekadar angka statistik kedua pemain hebat itu. Terutama hanya jumlah gol yang tidak bisa dikatakan sama, antara satu gol dengan gol lainnya.
Masih ada nilai lain dalam penampilan pemain yang juga harus diperhatikan untuk menentukan siapa yang terbaik di antara keduanya. Dia mengungkap sejumlah data statistik 1 Januari-10 Oktober 2012 tentang kedua pemain dengan beragam model penilaian.
Mari lihat jumlah pertandingan di klub. Messi sudah menuntaskan 45 pertandingan dengan mencetak 56 gol. Sedangkan Ronaldo mengoleksi 48 gol untuk 43 pertandingan.
Namun tentu saja tidak semua gol bisa dikatakan berimbang. Ada yang diciptakan dengan sulit, ada pula yang kebetulan mudah. Boleh jadi, kata Marcotti, dari sebuah hat-trick dalam satu pertandingan, yang paling bernilai adalah gol pertama. Karena itulah, sebagai sebuah nilai untuk penampilan pemain, hanya satu gol yang dihitung.
Jika model seperti ini jadi ukuran, maka posisi Ronaldo mengungguli Messi, dengan skor 27:23. Bahkan khusus untuk La Liga, posisinya 20:17. Perbandingan ini memperlihatkan bahwa Ronaldo lebih banyak hat-trick dibandingkan Messi.
"Tentu model ini bisa saja diperdebatkan," ujar Marcotti.
Dengan kategori lain untuk melihat nilai seorang pemain bagi timnya, bisa juga digunakan ukuran saat kedua pemain membela klubnya melawan 10 klub terbaik di La Liga. Dengan model ini, tetap mengukur lewat jumlah gol, posisi Ronaldo lebih baik dibandingkan Messi, yaitu 18:12.
Bagaimana dengan penampilan saat melawan tim kuat dari liga negara lain, seperti Jerman, Inggris dan Italia pada Liga Champion?
Pada ukuran ini, Messi yang mengungguli Ronaldo dengan 8 gol dari empat pertandingan. Sementara Ronaldo hanya mencetak 3 gol dari tiga pertandingan.
Bagi kedua klub tempat bernaung dua pemain itu, Barcelona dan Real Madrid, boleh jadi pertandingan terberatnya adalah El Clasico. Ternyata dari 6 kali pertandingan sepanjang 2012 itu, Messi mengoleksi 7 gol dan Ronaldo hanya 4 gol.
Sedangkan pada pertandingan internasional saat membela negara masing-masing, Messi juga tetap mengungguli Ronaldo. Dari 6 pertandingan, koleksinya 9 gol. Ronaldo mencatat 5 gol untuk 11 pertandingan.
Keunggulan Messi belum berhenti. Dengan mengukur umpan matang kepada rekan di lapangan, Messi sudah mencatat 10 kali, sementara Ronaldo hanya 6 kali.
Tampaknya, inilah dua kepribadian bertolak belakang yang dimiliki dua pemain hebat itu. Messi rendah hati dan lebih mau berbagi, sementara Ronaldo cenderung egois di lapangan.
Namun tetap saja, dua pemain ini sama-sama hebat, walaupun banyak analisis dan statistik yang mengarahkan bahwa Messi lebih layak dapat FIFA Ballon d'Or.
Oleh Plasadana
Kunci Pemulihan Fisik Atlet: Istirahat dan Makanan
Ditulis oleh: Kusuma
Atlet akan merasa lelah usai bertanding. Apalagi jika pertandingan yang diikuti berjalan ketat, rasa lelah dan tegang semakin bertambah.
Karena itu sangat penting bagi atlet untuk segera memulihkan kondisinya seperti semula agar tetap bugar. Apalagi bagi pemain sepak bola profesional, jadwal pertandingan yang padat membuat mereka harus siap setiap saat. Banyak cara yang mereka lakukan untuk pemulihan tersebut.
Pemain belakang Mitra Kukar, Seftia Hadi mengatakan, jika dirinya merasa kelelahan, istirahat yang cukup adalah obat paling mujarab. Tak ada makanan istimewa atau porsi latihan khusus untuk mengembalikan tenaga.
“Cukup istirahat saja. Soal waktu istirahat, tergantung dari latihan yang akan kita jalani. Satu hari juga sudah cukup untuk memulihkan kondisi,” jelas Seftia, pemain yang membantu timnas U-23 meraih medali perak di SEA Games 2011 itu.
Menurut mantan fisioterapis Tim Nasional Indonesia, Matias Ibo, faktor makanan juga harus diperhatikan oleh para pemain untuk memulihkan kondisi fisik mereka. Beberapa makanan, khususnya buah, bisa menjadi salah satu cara untuk mengembalikan kondisi menjadi bugar.
“Kuncinya, sarapan pagi yang sehat, makan buah dan minum air putih yang banyak agar makanan sebelumnya bisa terbakar kalorinya,” ungkapnya. Ia melanjutkan, “kalau merasa lapar dan banyak kegiatan makan buah apel atau pisang.”
Memakan buah pisang setelah bertanding bisa menjadi salah satu cara mengembalikan stamina yang hilang. Karena pisang mengandung potasium yang mampu meningkatkan stamina secara maksimal.
Selain istirahat dan makanan, porsi latihan juga bisa menjadi alternatif. Setiap habis pertandingan berat, pelatih kerap menerapkan porsi latihan ringan bagi para pemainnya. Pemanasan, berlari kecil, serta berlatih di gim biasanya dilakukan dalam rangka memulihkan kondisi para pemain.
Oleh Plasadana
Atlet akan merasa lelah usai bertanding. Apalagi jika pertandingan yang diikuti berjalan ketat, rasa lelah dan tegang semakin bertambah.
Karena itu sangat penting bagi atlet untuk segera memulihkan kondisinya seperti semula agar tetap bugar. Apalagi bagi pemain sepak bola profesional, jadwal pertandingan yang padat membuat mereka harus siap setiap saat. Banyak cara yang mereka lakukan untuk pemulihan tersebut.
Pemain belakang Mitra Kukar, Seftia Hadi mengatakan, jika dirinya merasa kelelahan, istirahat yang cukup adalah obat paling mujarab. Tak ada makanan istimewa atau porsi latihan khusus untuk mengembalikan tenaga.
“Cukup istirahat saja. Soal waktu istirahat, tergantung dari latihan yang akan kita jalani. Satu hari juga sudah cukup untuk memulihkan kondisi,” jelas Seftia, pemain yang membantu timnas U-23 meraih medali perak di SEA Games 2011 itu.
Menurut mantan fisioterapis Tim Nasional Indonesia, Matias Ibo, faktor makanan juga harus diperhatikan oleh para pemain untuk memulihkan kondisi fisik mereka. Beberapa makanan, khususnya buah, bisa menjadi salah satu cara untuk mengembalikan kondisi menjadi bugar.
“Kuncinya, sarapan pagi yang sehat, makan buah dan minum air putih yang banyak agar makanan sebelumnya bisa terbakar kalorinya,” ungkapnya. Ia melanjutkan, “kalau merasa lapar dan banyak kegiatan makan buah apel atau pisang.”
Memakan buah pisang setelah bertanding bisa menjadi salah satu cara mengembalikan stamina yang hilang. Karena pisang mengandung potasium yang mampu meningkatkan stamina secara maksimal.
Selain istirahat dan makanan, porsi latihan juga bisa menjadi alternatif. Setiap habis pertandingan berat, pelatih kerap menerapkan porsi latihan ringan bagi para pemainnya. Pemanasan, berlari kecil, serta berlatih di gim biasanya dilakukan dalam rangka memulihkan kondisi para pemain.
Oleh Plasadana
Futsal Menyebabkan Serangan Jantung Mendadak?
Ditulis oleh: Kusuma
Oleh: Marmi Panti Hidayah
Setyo Cipto, mantan asisten pelatih Sriwijaya FC, meninggal dunia akibat serangan jantung mendadak saat bermain futsal di awal Desemmber 2012 lalu. Kasus ini bukan kali pertama terjadi. Lima tahun silam, pelawak Basuki juga meninggal dunia usai berolahraga futsal.
Lalu apakah itu berarti futsal berisiko menyebabkan serangan jantung mendadak?
“Olahraga futsal bukan merupakan faktor risiko timbulnya serangan jantung mendadak,” kata dokter spesialis kedokteran olahraga dari Universitas Andalas, dr Afriwardi, SpKO.
Akan tetapi aktivitas fisik yang mendadak dan berat, apapun bentuk aktivitas fisiknya termasuk futsal, memang dapat memicu timbulnya serangan jantung mendadak. “Terutama bagi orang-orang yang memang memiliki faktor risiko seperti hipertensi, hiperlipidemia, jantung koroner dan orang tak terlatih,” imbuh doktor ilmu biomedik ini.
Menurut dr Afriwardi, pada umumnya serangan jantung mendadak setelah berolahraga terjadi karena orang melakukannya secara tidak proporsional. Olahraga dilakukan dengan dosis atau porsi yang berlebihan, sehingga kebutuhan oksigenasi jaringan terutama otot jantung menjadi tidak kuat.
“Keadaan ini memicu timbulnya gangguan jantung, sehingga dapat menyebabkan kematian,” jelasnya.
Dr Afriwardi menyarankan agar aman berolahraga setiap orang perlu memperhatikan kaidah berolahraga. Lakukan futsal secara baik, benar, teratur dan terukur. Selain itu, setiap pemain futsal hendaknya memegang prinsip utama yang harus dilakukan, yaitu selalu memulainya dengan fase pemanasan dan diakhiri pendinginan.
“Hal lain yang perlu diperhatikan adalah lamanya permainan. Sering terjadi karena keasyikan, orang bisa bermain futsal sampai lebih dua jam,” tutur dr Afriwardi.
Mengenai berapa lama waktu yang direkomendasikan untuk bermain futsal secara aman, ia mengatakan bahwa semua itu sangat tergantung kepada adaptasi pemain. Artinya, pemain terlatih dapat bermain lebih lama.
“Berbeda dengan masyarakat umum yang tidak terlatih, maksimal tidak lebih dari 1 jam. Itupun harus dilakukan dengan intensitas rendah dulu. Nah, kalau sudah rutin dilakukan, intensitasnya boleh ditingkatkan,” jelasnya.
Bermain futsal adalah olahraga paling gampang dan menyenangkan pada saat ini. Futsal tidak membutuhkan banyak pemain. Permainannya juga bisa dilakukan di dalam gedung yang teduh atau tidak terpanggang sinar matahari. Lapangan futsal juga mudah ditemui di dekat perkantoran atau dekat dengan pemukiman, sehingga menjadi salah satu bagian dari rekreasi. Biaya untuk bermain futsal juga relatif terjangkau. Biasanya orang yang futsal sama-sama mengumpulkan uangnya saat bermain.
Tak heran bila penggemar futsal datang dari berbagai kalangan ekonomi dan usia.
Menurut dr Afriwardi, dilihat dari sisi usia tidak ada batasan orang boleh bermain futsal atau tidak. “Namun sebaiknya, olahraga futsal dibatasi setelah usia 45 tahun, mengingat proses degeneratif (penuaan) yang terjadi,” kata dokter yang mengambil spesialisasi kedokteran olahraganya di Universitas Indonesia itu.
Perlu diketahui beban anaerobik olahraga futsal lebih berat dibanding sepak bola konvensional. Olahraga futsal yang dimainkan di lapangan lebih sempit justru dimainkan dengan tempo yang relatif lebih cepat dibanding sepak bola konvensional di lapangan lebih luas.
Menurut dr Afriwardi, semua orang yang memiliki risiko gangguan kardiovaskuler perlu menghindari aktivitas fisik dengan porsi besar, seperti futsal, bulu tangkis dan olah raga lain. Apalagi jika olah raga tersebut dominasi penggunaan energi anaerobik.
“Jadi bagi orang dengan penyakit jantung koroner dan hipertensi yang tidak terkontrol, disarankan tidak bermain futsal,” tandasnya.
Oleh Plasadana
Oleh: Marmi Panti Hidayah
Setyo Cipto, mantan asisten pelatih Sriwijaya FC, meninggal dunia akibat serangan jantung mendadak saat bermain futsal di awal Desemmber 2012 lalu. Kasus ini bukan kali pertama terjadi. Lima tahun silam, pelawak Basuki juga meninggal dunia usai berolahraga futsal.
Lalu apakah itu berarti futsal berisiko menyebabkan serangan jantung mendadak?
“Olahraga futsal bukan merupakan faktor risiko timbulnya serangan jantung mendadak,” kata dokter spesialis kedokteran olahraga dari Universitas Andalas, dr Afriwardi, SpKO.
Akan tetapi aktivitas fisik yang mendadak dan berat, apapun bentuk aktivitas fisiknya termasuk futsal, memang dapat memicu timbulnya serangan jantung mendadak. “Terutama bagi orang-orang yang memang memiliki faktor risiko seperti hipertensi, hiperlipidemia, jantung koroner dan orang tak terlatih,” imbuh doktor ilmu biomedik ini.
Menurut dr Afriwardi, pada umumnya serangan jantung mendadak setelah berolahraga terjadi karena orang melakukannya secara tidak proporsional. Olahraga dilakukan dengan dosis atau porsi yang berlebihan, sehingga kebutuhan oksigenasi jaringan terutama otot jantung menjadi tidak kuat.
“Keadaan ini memicu timbulnya gangguan jantung, sehingga dapat menyebabkan kematian,” jelasnya.
Dr Afriwardi menyarankan agar aman berolahraga setiap orang perlu memperhatikan kaidah berolahraga. Lakukan futsal secara baik, benar, teratur dan terukur. Selain itu, setiap pemain futsal hendaknya memegang prinsip utama yang harus dilakukan, yaitu selalu memulainya dengan fase pemanasan dan diakhiri pendinginan.
“Hal lain yang perlu diperhatikan adalah lamanya permainan. Sering terjadi karena keasyikan, orang bisa bermain futsal sampai lebih dua jam,” tutur dr Afriwardi.
Mengenai berapa lama waktu yang direkomendasikan untuk bermain futsal secara aman, ia mengatakan bahwa semua itu sangat tergantung kepada adaptasi pemain. Artinya, pemain terlatih dapat bermain lebih lama.
“Berbeda dengan masyarakat umum yang tidak terlatih, maksimal tidak lebih dari 1 jam. Itupun harus dilakukan dengan intensitas rendah dulu. Nah, kalau sudah rutin dilakukan, intensitasnya boleh ditingkatkan,” jelasnya.
Bermain futsal adalah olahraga paling gampang dan menyenangkan pada saat ini. Futsal tidak membutuhkan banyak pemain. Permainannya juga bisa dilakukan di dalam gedung yang teduh atau tidak terpanggang sinar matahari. Lapangan futsal juga mudah ditemui di dekat perkantoran atau dekat dengan pemukiman, sehingga menjadi salah satu bagian dari rekreasi. Biaya untuk bermain futsal juga relatif terjangkau. Biasanya orang yang futsal sama-sama mengumpulkan uangnya saat bermain.
Tak heran bila penggemar futsal datang dari berbagai kalangan ekonomi dan usia.
Menurut dr Afriwardi, dilihat dari sisi usia tidak ada batasan orang boleh bermain futsal atau tidak. “Namun sebaiknya, olahraga futsal dibatasi setelah usia 45 tahun, mengingat proses degeneratif (penuaan) yang terjadi,” kata dokter yang mengambil spesialisasi kedokteran olahraganya di Universitas Indonesia itu.
Perlu diketahui beban anaerobik olahraga futsal lebih berat dibanding sepak bola konvensional. Olahraga futsal yang dimainkan di lapangan lebih sempit justru dimainkan dengan tempo yang relatif lebih cepat dibanding sepak bola konvensional di lapangan lebih luas.
Menurut dr Afriwardi, semua orang yang memiliki risiko gangguan kardiovaskuler perlu menghindari aktivitas fisik dengan porsi besar, seperti futsal, bulu tangkis dan olah raga lain. Apalagi jika olah raga tersebut dominasi penggunaan energi anaerobik.
“Jadi bagi orang dengan penyakit jantung koroner dan hipertensi yang tidak terkontrol, disarankan tidak bermain futsal,” tandasnya.
Oleh Plasadana
Seks Sebelum Bertanding, Antara Manfaat dan Mitos
Oleh: Aditya
Panitia Olimpiade London 2012 lalu menyediakan 150 ribu kondom sepanjang kejuaraan sebagai antisipasi kegiatan seks para atlet, ofisial dan penonton.
Memang tak mudah memisahkan seks dengan atlet sebelum melakukan pertandingan. Bahkan dalam istilah Juan Carlos Medina, Koordinator Departemen Olahraga Mexico University, seks membuat para atlet lebih santai. "Secara mental dan fisik memberikan kenyamanan," ujarnya, saat penyelenggaraan Olimpiade 2012 berlangsung.
Bahkan Pele, legenda sepak bola Brasil, kata Medina, tak pernah absen dengan seks sebelum pertandingan. "Dia harus bertemu dengan istrinya. Seks membantunya lebih rileks," tuturnya.
Benarkah demikian?
Bagi Hario Tolarso, dokter olahraga, sebenarnya melakukan seks bagi para atlet sebelum pertandingan, itu hanya faktor kebiasaan dan kultur semata. “Karena itu, baik atau tidaknya tergantung individunya, karena cuma karena faktor kebiasaan. Seperti tim nasional Jerman, boleh membawa istri atau pacarnya saat bertanding. Sedangkan tim nasional Belanda tidak boleh,” kata Hario.
Terkait dengan kegiatan seks yang mampu menghilangkan stres sebelum pertandingan, Hario berpandangan, sebenarnya tidak berpengaruh besar. Semuanya tergantung pada individu. Jadi tidak berlaku umum.
“Bahkan tidak ada efeknya jika melakukan seks sebelum bertanding. Pengaruh psikologi juga tidak ada sama sekali. Itu semua tergantung dari individu masing-masing, jika memang biasa melakukannya mereka melakukannya,” imbuhnya.
Hario juga menjelaskan bahwa di Indonesia sering salah kaprah lantaran melihat kehidupan para atlet di luar negeri yang terkesan bebas. Di sini jika pemain ingin berhubungan seks sebelum bertanding, kemudian pulang ke markas, mungkin tidak jadi masalah.
“Namun biasanya mereka melanjutkan kembali ke klub (malam-red) lalu mabuk-mabukan. Setelah itu mainnya tidak benar. Itu yang jadi masalah,” cetusnya.
Dokter olahraga ini sering menemukan beberapa atlet terkena penyakit kelamin dan harus menyuntikkan obat penawarnya. Hario kembali menjelaskan bahwa berhubungan seks sebelum bertanding juga tidak berpengaruh terhadap kesehatan fisik. Khususnya pengaruh terhadap pembakaran kalori.
“Memang ada juga, jika setelah berhubungan seks para pemain mungkin merasa lega dan nyaman. Tapi sebenarnya untuk kesehatan, tidak terlalu berpengaruh, kalori yang dibakar juga sedikit,” urainya.
Di sini dibutuhkan peran pelatih untuk memberi informasi yang benar kepada atletnya mengenai melakukan hubungan seks sebelum bertanding.
Pemain klub Persema Malang dan mantan gelandang timnas Indonesia, Bima Sakti, punya pandangan serupa. Dia mengakui bahwa berhubungan seks sebelum bertanding adalah hal yang lumrah dan merupakan sugesti dari individu masing-masing. “Sah-sah saja kalau mau ‘main’ dulu. Tapi ini, konteksnya seks yang halal dan tetap sesuai dengan tanggung jawab,” katanya.
Bagaimana dengan dirinya sendiri? Bima mengaku bahwa saat ini di klubnya, sebelum bertanding malah dikarantina. Jadi tidak ada kesempatan berhubungan seks.
“Saya pribadi lebih baik berkonsentrasi sebelum bertanding daripada berhubungan seks. Jika ada pemain yang menginginkan berhubungan seks terlebih dahulu sah-sah saja, namun jangan sampai menjadi boomerang buat penampilannya di lapangan,” kata mantan kapten timnas merah putih itu.
Panitia Olimpiade London 2012 lalu menyediakan 150 ribu kondom sepanjang kejuaraan sebagai antisipasi kegiatan seks para atlet, ofisial dan penonton.
Memang tak mudah memisahkan seks dengan atlet sebelum melakukan pertandingan. Bahkan dalam istilah Juan Carlos Medina, Koordinator Departemen Olahraga Mexico University, seks membuat para atlet lebih santai. "Secara mental dan fisik memberikan kenyamanan," ujarnya, saat penyelenggaraan Olimpiade 2012 berlangsung.
Bahkan Pele, legenda sepak bola Brasil, kata Medina, tak pernah absen dengan seks sebelum pertandingan. "Dia harus bertemu dengan istrinya. Seks membantunya lebih rileks," tuturnya.
Benarkah demikian?
Bagi Hario Tolarso, dokter olahraga, sebenarnya melakukan seks bagi para atlet sebelum pertandingan, itu hanya faktor kebiasaan dan kultur semata. “Karena itu, baik atau tidaknya tergantung individunya, karena cuma karena faktor kebiasaan. Seperti tim nasional Jerman, boleh membawa istri atau pacarnya saat bertanding. Sedangkan tim nasional Belanda tidak boleh,” kata Hario.
Terkait dengan kegiatan seks yang mampu menghilangkan stres sebelum pertandingan, Hario berpandangan, sebenarnya tidak berpengaruh besar. Semuanya tergantung pada individu. Jadi tidak berlaku umum.
“Bahkan tidak ada efeknya jika melakukan seks sebelum bertanding. Pengaruh psikologi juga tidak ada sama sekali. Itu semua tergantung dari individu masing-masing, jika memang biasa melakukannya mereka melakukannya,” imbuhnya.
Hario juga menjelaskan bahwa di Indonesia sering salah kaprah lantaran melihat kehidupan para atlet di luar negeri yang terkesan bebas. Di sini jika pemain ingin berhubungan seks sebelum bertanding, kemudian pulang ke markas, mungkin tidak jadi masalah.
“Namun biasanya mereka melanjutkan kembali ke klub (malam-red) lalu mabuk-mabukan. Setelah itu mainnya tidak benar. Itu yang jadi masalah,” cetusnya.
Dokter olahraga ini sering menemukan beberapa atlet terkena penyakit kelamin dan harus menyuntikkan obat penawarnya. Hario kembali menjelaskan bahwa berhubungan seks sebelum bertanding juga tidak berpengaruh terhadap kesehatan fisik. Khususnya pengaruh terhadap pembakaran kalori.
“Memang ada juga, jika setelah berhubungan seks para pemain mungkin merasa lega dan nyaman. Tapi sebenarnya untuk kesehatan, tidak terlalu berpengaruh, kalori yang dibakar juga sedikit,” urainya.
Di sini dibutuhkan peran pelatih untuk memberi informasi yang benar kepada atletnya mengenai melakukan hubungan seks sebelum bertanding.
Pemain klub Persema Malang dan mantan gelandang timnas Indonesia, Bima Sakti, punya pandangan serupa. Dia mengakui bahwa berhubungan seks sebelum bertanding adalah hal yang lumrah dan merupakan sugesti dari individu masing-masing. “Sah-sah saja kalau mau ‘main’ dulu. Tapi ini, konteksnya seks yang halal dan tetap sesuai dengan tanggung jawab,” katanya.
Bagaimana dengan dirinya sendiri? Bima mengaku bahwa saat ini di klubnya, sebelum bertanding malah dikarantina. Jadi tidak ada kesempatan berhubungan seks.
“Saya pribadi lebih baik berkonsentrasi sebelum bertanding daripada berhubungan seks. Jika ada pemain yang menginginkan berhubungan seks terlebih dahulu sah-sah saja, namun jangan sampai menjadi boomerang buat penampilannya di lapangan,” kata mantan kapten timnas merah putih itu.
Subscribe to:
Posts (Atom)





+2012-2013.jpg)
+2012-2013.jpg)
+2012-2013.jpg)
+2012-2013.jpg)


+2012-2013.jpg)





